Trip ke Kuala Lumpur – Singapura (Hari Keempat)

15 08 2009

Lelah sekali hari ini. Padahal, hanya satu objek wisata yang kukunjungi, namun capeknya luar biasa. Aku mengunjungi Batu Caves, berupa gua sekaligus pura yang diperuntukkan bagi umat Hindu. Menuju ke sana, aku menggunakan monorel dari Bukit Bintang menuju Titiwangsa. Dari Titiwansa, aku menggunakan bis Rapid KL dengan ongkos 2 RM untuk menuju Batu Caves. Perjalanan memakan waktu sekitar 45 menit.

Setibanya di Batu Caves, sudah banyak turis mancanegara seperti aku yang ingin menyaksikan keajaiban alam Batu Caves. Ada sebuah patung dewata raksasa berwarna kuning emas berdiri disana. Sebenarnya waktu yang paling tepat untuk mengunjungi Batu Cave adalah pada saat festival Thaipusam yang jatuh pada bulan Januari dan Februari. Begitupun, pada hari biasa Batu Caves ini bebas dikunjungi oleh pengunjung.

Batu Cave

Batu Caves

Batu Caves ini ditemukan di tahun 1878. Untuk masuk ke dalamnya, kita harus melalui 272 anak tangga ditemani dengan monyet – monyet agresif dan sibuk beratraksi untuk menarik perhatian pengunjung. Melelahkan juga perjalanan menuju ke atas. Belum apa – apa aku sudah kelelahan. Disebelahku seorang ibu dari Oman berusia sekitar 60 tahun tampak dengan semangat menaiki tangga. Wah, masa aku kalah dengan ibu – ibu. Harus bisa donk.

Perlahan tapi pasti, aku mulai mendaki satu persatu anak tangga. Lagi pula, sayang jika aku tidak sampai ke atas setelah menempuh perjalanan begini jauh. Rasanya seperti mendaki anak tangga di Borobudur. Bahkan, mungkin lebih. Karena pada saat aku ke Borobudur aku tidak sempat menghitung jumlah anak tangganya.

Batu Caves

Interior di Dalam Batu Caves

Akhirnya, tiba juga di atas dengan selamat. Wuih, pemandangan dari atas bagus sekali. Kita dapat melihat gedung – gedung pencakar langit Kuala Lumpur dari kejauhan. Di mulut gua, banyak orang yang berjualan souvenir untuk perlengkapan sembayang umat Hindu. Ada juga lukisan – lukisan para dewa yang bisa mengeluarkan musik. Dan ada pula seseorang yang menggelar seekor ular besar di mejanya. Beberapa anak – anak Arab berkerumun takjub melihat sang ular.

Batu Caves

Beberapa Patung di Batu Caves

Begitu memasuki gua, kita akan disambut dengan stalagtit – stalagtit. Tidak begitu banyak sih. Bahkan stalagtitnya lebih banyak kutemukan di sebuah gua yang aku kunjungi di Nias. Di dalam juga dilengkapi ‘Main Temple’ lengkap dengan patung dewa – dewa, sebagai tempat umat Hindu melakukan persembahan. Jangan mengira, begitu masuk ke dalam gua akan bebas dari moyet – monyet iseng. Mereka juga masuk ke gua. Bahkan, beberapa aku dapati tengah mengambil buah yang ada di di tempat persembahan.

Batu Caves

Merpati – Merpati yang Berkeliaran Bebas di Halaman Batu Caves

Dengan menggunakan tripod, aku mengabadikan beberapa foto diri. Setelah satu jam mengelilingi gua, aku memutuskan turun. Jika perjalanan naik sangat melelahkan, maka perjalanan turun tidak terlalu melelahkan. Bahkan, aku masih sempat mengambilkan foto satu keluarga turis bule dalam perjalanan turun. Oh ya, di halaman Batu Caves ini juga banyak merpati jinak yang berkeliaran bebas. Si merpati tampaknya tidak keberatan jika kita mendekati mereka untuk berfoto. Kapan ya, di Indonesia bisa seperti ini. Jangan – jangan jika ada merpati berkeliaran bebas seperti ini, malamnya sudah menjadi santapan lezat tangan – tangan yang tidak bertanggung jawab.

Hari Ketiga Hari Kelima








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 131 other followers

%d bloggers like this: