Terima Kasih Karena Sudah Menyusahkan dan Meremehkanku


 

Hari ini seseorang telah meremehkanku. Katakanlah namanya si A. Menganggap cita – cita dan impianku adalah sesuatu yang mustahil, yang nggak mungkin terjadi bahkan di dunia animasi sekalipun. Dan, si orang itu melakukannya di depan banyak orang, menyudutkanku, memberikan masukan yang menurutnya paling masuk akal (dengan fikiran sempitnya), dan akhirnya menyimpulkan bahwa apa yang kuharapkan terjadi pada diriku di kemudian hari adalah sesuatu yang sia – sia. Dengan kata lain mau mengatakan bahwa aku adalah seorang ‘looser’

 

Jika ditanya pada saat aku dalam keadaan panas, mungkin aku akan mengeluarkan sumpah serapah. Jika dipancing dengan umpan yang lebih pas bukan tidak mungkin aku balik menyerang, mengatakan bahwa si A tak lain dan tak bukan adalah seorang yang berfikiran picik, iri dengan keberhasilan orang lain dan punya fikiran sempit karena selalu hidup di dunianya yang kecil. Beruntung, seorang teman yang lebih bijaksana (katakanlah namanya si B) berhasil menenangkanku, mengatakan semua orang berhak untuk punya mimpi, mengingatkanku bahwa tidak semua pemimpi berhasil namun seorang yang sukses pastilah seorang pemimpi. Jangan takut bermimpi  selama aku berusaha dan yakin bisa meraih mimpiku.

 

Selanjutnya aku membaca sebuah artikel dari seorang teman dengan judul “Anda Telah Menyusahkanku. Terima kasih’ .Judul yang aneh. Mengambil kata – kata seorang peneliti Amerika Latin, Paolo Freire bahwa setiap orang adalah guru dan setiap tempat adalah sekolah. Awalnya, aku cukup bingung dengan pendapat si Freire. Tetapi setelah merenungkan kejadian yang baru saja terjadi, aku menyadari pendapat si Freire ada benarnya. Aku mendapatkan pendidikan bagaimana menjadi baik dari sekolah dan orang – orang yang kuanggap baik. Dan mendapatkan pelajaran bagaimana menghindari yang buruk dari orang – orang yang kuanggap buruk. Di tempat kerja, di lingkungan kehidupan sosial, bahkan di jalanan. Dengan kata lain, aku tidak hanya mendapatkan pelajaran berharga dari orang-orang yang kuhormati dan kuanggap guru. Tetapi juga mendapatkan pelajaran dari orang – orang yang sudah menyusahkanku dan meremehkanku.

 

Teman yang selalu menyusahkan dan selalu menempatkanku dalam keadaan sulit turut membantuku dalam proses pembelajaran dan pendewasaan diri. Guru yang selalu menyusahkan dan memberikan kritik sampe bikin telinga panas membuatku lebih bersungguh – sungguh dalam mengerjakan tugas sekedar untuk pembuktian diri bahwa aku tidak sebodoh yang dia bayangkan. Atasan yang selalu membentak dan mengkritik semua pekerjaan yang kulakukan dengan sepenuh hati  meyakinkanku di kemudian hari saat aku sudah menjadi boss aku akan menghargai setiap orang tak peduli apapun jabatannya dan menghargai apapun yang telah dilakukannya. Teman yang selalu meremehkan turut memberikan andil dalam memberikan spirit dalam otakku untuk mencapai apa yang kuinginkan. Dengan kata lain, orang – orang menyebalkan ini punya andil besar akan keberhasilanku pada saat ini maupun pada saat mendatang.

 

Untuk kasusku di atas, di kemudian hari, saat mimpi – mimpiku menjadi kenyataan mungkin aku akan lebih ingat akan jasa si A dengan komentar – komentar pedasnya, ketimbang nasihat lembut si B. Bukan maksudku untuk melupakan si B. Orang – orang seperti B tentu banyak kutemui di lingkunganku sehari – hari (kalau ada orang seperti B, buat apa berteman dengan orang seperti A?). Akan tetapi, mau tidak mau bayang – bayang orang  menyebalkan seperti A akan tetap mengikutiku kemanapun aku pergi, secara sadar maupun tidak sadar memberikan dorongan lebih besar untuk melakukan yang terbaik dan membuktikan bahwa aku bisa mendapatkan apa yang kuinginkan. Sekali lagi, terima kasih teman karena sudah menyusahkan dan meremehkanku.

3 thoughts on “Terima Kasih Karena Sudah Menyusahkan dan Meremehkanku

  1. zeze

    Wah, pengalaman yg baru terjadi, sudah sy alami 10 thn yll, dan sy tak prnah bs melupakan si A itu, sepertinya mengikuti sampai kapanpun..namun hal terbesar yang bisa diambil yaitu sy mampu mengenal kelebihan dan potensi diri shga bisa bekerja di bidang yang tepat. Sy juga sadar wkt sy dipojokkan di ruang rapat, bukanlah kesalahan saya 100% melainkan si A juga ikut andil sebagai seorang supervisor dan sya hanyalah karyawan pendatang baru tanpa ditraining olehnya. Dan si B yang menenangkan saya utk tidak ‘meledak’ di rapat itu. yah sy memang sempat menyesal mengapa saya tidak selesaikan wktu itu tp sudahlah selanjutnya sy ambil hikmah, sgra ssdh itu sy mendpt pek. baru berturut2 hg sy tidak lagi bekerja pada orang lain dan menemukan ‘ dunia ‘ saya yang lebih sesuai,….semoga dmkian juga dengan anda, saya rasa setiap orang harus melalui pembelajaran dengan positif thinking spt anda, thumb up!

  2. hampir sama seperti masa yg saya jalani di beberapa bulan ini. meski sedikit banyak saya pun telah berhasil melewatinya, namun pengambilan hikmah dari sudut pandang Anda mampu membuat saya merasa lebih bersyukur lagi. tq

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s