Trip ke Kuala Lumpur – Singapura (Hari Kedua)


“Not gonna get us”…

Lagu Tatoo yang menjadi alarm sign ku berteriak – teriak membangunkanku. Aku melirik jam digital yang ditampilkan handphoneku. Tenang, pikirku. Masih pukul 8 pagi. Aku menarik selimut, hendak melanjutkan tidurku. Tapi, Malaysia kan lebih cepat satu jam dari jam Indonesia. Jika jam di alarmku menunjukkan pukul 8 pagi, berarti sekarang sebenarnya sudah jam 9 pagi dong. Wah, harus bangun nih. Sayang banget jika waktu travel hanya dihabiskan untuk tidur. Pukul 10 waktu Malaysia aku keluar dari hotel. Yang pertama kulakukan adalah mencari sarapan. Keliling – keliling yang kutemukan hanya nasi briyani. Rasanya kurang pas jika pagi – pagi makan makanan yang terlalu berbumbu. Pilihanku akhirnya jatuh pada Kentucky Fried Chicken yang menyediakan menu sarapan.

Usai sarapan aku menuju stasiun monorel yang juga terletak di depan hotel tempatku menginap. Aku hendak ke KL Sentral mencari informasi tentang transportasi kereta api ke Singapura. Untuk membeli tiket ke KL Sentral, hanya membayar 2,1 RM saja. Setelah membayar tiket kita akan diberi tiket berupa kartu. Selain sebagai tiket, kartu ini juga sebagai alat untuk membuka palang penghalang masuk ke ruang platform. Caranya, masukkan kartu ke tempat yang tersedia, kartu akan keluar di bagian lain dan pintu palang akan terbuka.

Monorel adalah alat transportasi berupa kereta api. Seperti namanya, kereta api ini hanya menggunakan satu rel, yang letaknya juga sekitar 4 meter dari permukaan tanah. Rel tersebut disokong oleh beton – beton kuat untuk menahan beban dari kereta api tersebut. Di dalam kereta api kita bisa melihat rute perjalanannya. Dan, di setiap stasiun pemberhentian, akan ada pemberitahuan.

Ke KL Sentral hanya memakan waktu 15 menit. Bersama penumpang lainnya aku keluar dari stasiun. Oh ya. Tiket kartu tadi juga berlaku untuk membuka palang pintu untuk keluar dari ruang platform. Hanya saja, ketika dimasukkan kartu tersebut tidak keluar kembali. Tetap tertinggal di dalam kotak yang telah disediakan. Di KL Sentral, aku mendatangi counter tiket kereta api sambil melihat jadwa keberangkatan kereta api ke Singapura. Lama perjalanan KL – Singapura sekitar 8 jam. Lama juga ya. Aku memutuskan untuk mencari alternatif transportasi lain.

Tanpa terasa, aku sudah berkeliling – keliling di KL Sentral selama hampir dua jam. Capek juga. Sebiknya aku kembli saja. Oh ya. Sebelum kembali ke Bukit Bintng, aku ingn mengetahui rute perjalanan monorel secara keseluruhan. Jadi, dari KL Sentral sebagai pemberhentian terakhir aku membeli tiket ke Titiwangsa sebagai pemberhentian terakhir lainnya. Untuk rute ini, aku harus membayar 2.5 RM. Mm. Tidak mahal, pikirku. Selama perjalanan aku masih terheran – heran melihat gedung – gedung tinggi di Kuala Lumpur. Dan kebersihannya. Masih belum juga kutemukan sampah di jalanan selama hampir dua hari aku disini. Seandainya, di Indonesia juga begitu. Harapku.

Lama perjalanan dari KL Sentral ke Titiwangsa sekitar 30 menit. Tiba di Titiwangsa aku berpura – pura turun, keluar dari platform ke arah halte bus. Setiba di halte, aku kembali ke stasiun. Biar orang – orang yang tadi satu kereta api denganku tidak melihat aku kembali ke kereta api. Jika ada yang melihat, tentunya mereka berfikir, orang aneh mana yang mau beli tiket hanya untuk mengagumi monorel.

Aku kembali ke Bukit Bintang. Setibanya disana, aku mendatangi sebuah biro travel untuk mencari informasi wisata di sekitar Kuala Lumpur. Seorang perempuan bertampang Melayu menyambutku

“May i help you Mam,” tanyanya dalam bahasa Inggris. Ya, sebagian besar orang Malaysia memang bisa berbahasa Inggris.

“I’m looking for information about the city tour in KL,” jawabku. Masih dengan bahasa Inggris.

“I will give you good offering Mam. We have bus called Hop On Hop Off. With this bus, you can stop everywhere you want. This bus will pass many interest places, and they pass every half hour.”

“Mmm. It sounds good. How long the valid time for the ticket?”

“You can use it for twenty four hours. But the busses operate from 8.30 AM – 8.30 PM everyday.”

“How much does it cost?” tanyaku.

“Just 38 RM Mam,” jawabnya. Mmm. Lumayan murah. Kalau aku menggunakan taksi untuk mencapai tempat – tempat ini, tentunya lebih dari jumlah itu yang akan aku keluarkan.

“Ok. I want one ticket for one person,” pintaku.

“OK. Please write your name here,” dia menyodorkan sebuah kertas dan memintaku untu menuliskan nama dan nomor teleponku.

“Where do you come from Mam?” tanyanya lagi

“Indonesia,” jawabku

“Oooooo. Awak orang Indonesia? Saye sangke awak dari Singapore. Tak banyak orang Indonesia yang suke cakap bahasa Inggris,” mendadak dia nyerocos dengan logat Malaysia. Dasar. Memangnya dia kira nggak ada orang Indonesia yang bisa bahasa Inggris.

“Semoga perjalanan awak menyenangkan,” katanya ketika aku meninggalkan biro travel.

Tidak sulit menemukan titik pemberhentian bus hop on hop off ini. Untuk wilayah Bukit Bintang, mereka berhenti di depan hotel Picolo. Hanya sekitar 100 meter dari tempatku. Di setiap pemberhentian ada lambang KL Hop On Hop Off dengan warna pink menyala yang memudahkan para turis untuk menemukannya. Sudah ada tiga turis lain yang menunggu disana. Ketiganya berkulit putih dan berambut pirang. Bersama mereka aku menunggu kedatangan bus yang akan membawa kami.

“Hi everyone,” seorang pria dengan perawakan Tionghoa menyapa kami semua. “Our bus will come in a minute,” katanya ramah. Sepertinya dia salah seorang petugas yang menjaga posko bus hop on hop off ini. Si pria Tionghoa ini melirikku dan menyapaku dengan ramah, “Hello Mam. Do you travel alone?”

“It seems so,” jawabku sekenanya.

“Where do you come from,” tanyanya masih ramah

“Indonesia,” jawabku

“Ha… Indonesia,” mendadak dia menjadi histeris. “Indonesia. You told me Indonesia. JW Marriot. Ritz Carlton. There were big bombs there that killed many people,”

Hhhh. Ini dia resiko dari negara yang sering terjadi serangan bom dari orang – orang yang tidak bertanggung jawab. Aku hanya menanggapi dengan mengangkat bahu, menandakan aku tak tertarik dengan pembicaraan ini. Masih belum puas juga. Dia masih berceloteh, dan mengajak 3 orang bule yang sedang menunggu bersamaku untuk berbicara. “Did you hear her? She’s from Indonesia. There were big bombs there. At JW Marriott and Ritz Carlton,”

Busyet nih orang. Aku sudah menunjukkan tampang tidak bersahabat. Kening berkerut dan mulut manyun. Tiga bule tadi tampaknya menyadari ketidaksenanganku akan prilaku si pria. Mereka hanya menjawab,” Yeah. We heard that. Really sorry to hear that,” kata salah seorang dari mereka.

Untunglah, bus itu segera datang. Sehingga aku tidak perlu mendengarkan celoteh tak menyenangkan dari Pria Tionghoa itu.  Kondektur bus membuka pintu dan mempersilahkan kami masuk. Bus Hop on Hop Off ini berupa bus yang bertingkat dua. Di tingkat dua ada bagian terbuka yang memungkinkan kita untuk menikmati udara Kuala Lumpur. Bus juga dilengkapi headphone yang berisikan informasi untuk setiap daerah yang kami lewati.

Banyak sekali lokasi wisata yang dilewati bus hop on hop off ini. Dari bukit bintang kami melewati ChinaTown, Istana Negara, KL Sentral, Lake Gardens, KL Bird Park, Museum, National Mousque, Daratan Merdeka, KLCC tempat menara kembar Petronas berada, Titiwangsa, KL Tower dan masih ada beberapa lokasi wisata lainnya. Waktu yang ditempuh  untuk mendatangi seluruh lokasi adalah sekitar 2,5 jam. Kembali ke Bukit Bintang, waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore. Capek juga. Sebaiknya aku istirahat dulu di hotel.

KL's Train Station

KL Train Station

Aku beristirahat selama dua jam. Usai mandi sore, aku memutuskan untuk kembali berpesiar menggunakan bus hop on hop off. Aku ingin menikmati kota Kuala Lumpur di malam hari. Jika tadi siang aku bisa menempuh seluruh perjalanan selama dua jam, di sore hari jangan harap. Seperti layaknya kota besar, Kuala Lumpur juga tak bebas dari macet pada sore hari di saat orang – orang  pulang dari kantor.

KL's Buildings

View of Kuala Lumpur from another side

Aku turun di KL CC. Melihat keindahan dan kemegahan menara Petronas yang pernah menjadi gedung tertinggi di dunia. Di depan kedua menara terdapat air mancur. Di sekitar air mancur ini banyak sekali orang mengambil foto. Bisa dipastikan semua ini adalah para turis. Beberapa juga tampak turis dari Indonesia (yang kuketahui dari logat bahasanya) tengah berpose untuk mengabadikan dan membuktikan bahwa mereka telah sampai di landmark Kuala Lumpur itu. Bisa dipastikan, besok pasti foto – foto mereka sudah terpampang di facebook dan friendster.

Aku mengambil beberapa foto Petronas dari kamera DSLR ku. Aku memang menyukai photography. Dan, gedung hebat ini tak boleh lewat dari koleksi photoku. Seorang turis bule mondar mandir di depanku mencoba mencari view terbaik. Saking tingginya, agak sulit mengambil foto bangunan secara keseluruhan. Si turis itu sampe jongkok, nungging, sampe akhirnya tidur untuk mendapat hasil foto maksimal. Melihat dari kamera dan lensanya yang super canggih, kelihatannya dia fotografer profesional.

Usai memotret bangunan. Sekarang aku bingung, siapa yang akan mengambil foto diriku. Walau bagaimanapun, harus ada bukti yang menunjukkan aku telah tiba di gedung yang pernah menjadi gedung tertinggi sedunia itu. Tapi, siapa yang bisa dimintain tolong. Aku melirik kesana  kemari mencoba menemukan orang yang bisa membantuku untuk mengabadikan momen ini. Itu ada cowok macho yang sedang duduk sendirian. Mungkin, bisa minta tolong dia. Tapi, bagaimana kalau dia membawa kabur kameraku? Wah. Jangan sampai aku kehilangan kamera yang sudah kudapatkan dengan mengumpulkan sedikit demi sedikit dari gajiku. Seandainya tadi aku membawa tripod ku. Begitu pikirku. Yah sudahlah. Cukup untuk malam ini. Besok aku akan kembali dengan membawa tripod.

Malam itu kuakhiri dengan makan malam di Jalan Alor, menikmati semangkuk mie ayam dan segelas teh tarik panas.

Hari Pertama Hari Ketiga

6 thoughts on “Trip ke Kuala Lumpur – Singapura (Hari Kedua)

  1. bunga

    klo naik bus hop on hop off satu tiket bisa untuk seharian ya? please reply to my email ya.. minggu depan saya bawa orang tua jalan ke kl.. jadinya mau gak mau yah gak bisa backpacker amat sih.. mau cari bus yg nyaman tp murah buat keliling2.. hehehe.. terimakasih

  2. Nurul Fitri Lubis

    Halo Bunga.. Kalo naik bus hop on hop off berlaku 24 jam, teorinya… Tapi prakteknya mereka beroperasi dari 08.30 am – 08.30 pm, jadi sama dengan 12 jam. Kita bisa berhenti dan naik di spot2 wisata (KL Tower, petronas, IStana, museum KL, K bird park, merdeka square, dll).. Memang amannya naik bis hop on hop off.. Banyak turis2 keluarga yang manfaatin fasilitas ini..
    Selamat berlibur ya…🙂

  3. Dennie

    Hi Vivi,

    Boleh tahu kamu di KL nginep dimana?? saya akan ke KL akhir April dan sekarang sedang mereview akomodasi yang akan saya booking, siapa tahu informasi kamu bermanfaat buat saya.

    Thanks before.

  4. Nurul Fitri Lubis

    Halo Dennie..Waktu di KL, aku nginap di hotel agora (118 RM/ malam) dan di Putra Bintang (60 RM/malam.. tp hanya buat single).. Dua2 nya di bukit bintang.. Kayaknya ngga ada webnya.. waktu itu go show dan langsung ada kamar.. 🙂

  5. Farrie

    Hi mba Vivi…

    Sy bsk rabu ada plan k KL bersama keluarga 10 org n 2 baby di bwh umur 1 thn🙂
    Sy mau ajak kluarga naek bus ini drpd pake mobil tour kan mahal…
    Nah ada bbrp pertanyaan sy negh mba… Dijwb yah? japri k email jg gpp😀

    1. Apakah klo qta naek bus ini qta bs turun buat menimatin tmpt wisatanya? trus nanti naek bus itu lg tanpa bayar?
    2. Harga bus itu tuk sekali naek dlm waktu 24 jam kan?
    3. Dimana qta bs beli tiket bus itu yah? Aku tinggal d Bukit Bintang d Apart KL plaza Suite sblh JW Marriot…
    4. Aman2 aja kan bawa family rombongan? Apa ada ide laen buat tour sekeluarga sy itu😀 *kali aja ada referensi*

    Thanks yah mba…
    Farrie,

  6. Nurul Fitri Lubis

    Hallo Farrie.
    Saya coba jawab pertanyaannya ya.
    1. Bus ini hanya mengantar penumpang tiba di tempat wisata. Untuk masuk ke dalam tempat wisata, kita harus bayar sendiri. Bus ini punya banyak tempat pemberhentian (mungkin sekitar 20 tempat, kalo ngga salah). Dan kita bebas turun naik di setiap pemberhentian.
    2. Harga tersebut untuk waktu 24 jam. Tapi, bus hanya beroperasi mulai jam 8.30 pagi – 8.30 malam. Jadi, kalau di total, kita hanya bisa naik bus itu selama 12 jam saja, karena bus tsb tidak beroperasi di atas jam 8. 30 malam
    3. Bisa beli ticketnya di Travel yang banyak tersedia di kawasan Bukit Bintang. salah satu tempat pemberhentian bus adalah Hotel Picolo, untuk kawasan Bukit Bintang. tidak jauh dari hotel tempat kamu menginap.
    3. Aman2 aja sih. KL kotanya teratur, dan semua petunjuk jalan juga jelas. Saya kurang tahu kalo untuk tour keluarga, karena kmren backpacking sendirian .. Mungkin akan lebih murah jika kamu sewa mobil, karena kamu bawa rombongan. Informasi sewa mobil mungkin bisa di tanya di hotel tempat kamu menginap..

    Semoga informasi saya bisa membantu. Selamat berlibur🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s