Trip ke Kuala Lumpur – Singapura (Hari Kelima)


Jadwal pertama hari ini adalah membeli tiket bus untuk ke Singapura. Karena besok, aku berencana akan meninggalkan Malaysia. Dari sebuah situs internet, aku menemukan sebuah perusahaan bus yang melayani perjalanan dari Kuala Lumpur – Singapura. Tempatnya tidak jauh dari Bukit Bintang. Tepatnya di Hotel Corrus, dekat dengan KLCC. Menggunakan bis Rapid KL, tidak sulit menemukan tempatnya. Untuk sekali jalan, perjalanan Kuala Lumpur – Singapura membutuhkan 79 RM. Usai membeli tiket, aku kembali ke Bukit Bintang.

Rencana hari ini adalah mengunjungi Dataran Merdeka. Menuju ke sana, aku menggunakan monorel dari Bukit Bintang. Mengambil Jalur menuju KL Sentral, dan turun di stasiun Hang Tuah. Dari sana harus menggunakan kereta api menuju Sri Petaling Line dan berhenti di stasiun Mesjid Jamek. Ongkosnya tidak mahal. Sekitar 1 – 2,5 RM untuk sekali jalan. Aku tiba di Mesjid Jamek. Setiba disana, mesjid belum dibuka. Menurut penjaganya, mesjid akan dibuka pada pukul 12.30. Sambil menunggu, aku mengabadikan beberapa foto perkotaan di sekitar mesjid.

Mesjid Jamek

Mesjid Jamek

Pukul 12.30 pintu gerbang mesjid dibuka. Untuk masuk ke dalam, semua orang harus berpakaian sopan dan panjang. Untuk para turis yang bukan muslim atau yang tidak mengenakan pakaian muslim, disediakan pakaian panjang yang menutupi lengan dan kaki di pintu masuk. Mesjid Jamek merupakan mesjid tertua di Kuala Lumpur. Arsitektur mesjid dipengaruhi oleh arsitektur India yang merupakan salah satu etnik terbesar di Malaysia. Untuk ruang shalatnya sendiri, dibiarkan terbuka. Atap dan kubahnya hanya disokong oleh kolom – kolom penyangga tanpa diisi dinding sama sekali. Beberapa bagian yang tertutupi dinding, dilapisi dengan bata merah tanpa plesteran, seperti mesjid – mesjid di India Utara. Sepanjang halaman ditutupi paving blok yang juga berwarna senada.

Mesjid Jamek ini dibangun pada tahun 1909 di pertemuan Sungai Gombak dan Sungai Kelang. Pembangunan mesjid diawasi oleh seorang ‘engineer’ berkebangsaan Inggris yang sebelumnya bekerja di India. Mesjid ini memiliki tiga buah kubah dan dua buah menara yang menghadap ke arah Timur. Di tahun 1984, ruang shalat diperbesar untuk menampung jumlah jemaat yang semakin bertambah.

Dengan bermodalkan peta Kuala Lumpur, dari Mesjid Jamek, aku menuju Dataran Merdeka. Tidak sulit menemukannya. Bukan hanya karena jaraknya yang tidak jauh. Akan tetapi juga ditambah banyaknya polisi yang berkeliaran di sepanjang kawasan tersebut yang sangat membantu dalam memberikan informasi kepada pelancong. Dataran Merdeka merupakan pemandangn yang kontras jika dibandingkan dengan wajah kota Kuala Lumpur yang serba modern. Di kawasan ini hampir semua bangunan dengan arsitektur kolonial dipertahankan keasliannya. Pada masa kolonial, kawasan ini merupakan kawasan elit yang hanya mengizinkan warga kulit putih. Namun, di tahun 1957 ketika bendera Inggris diturukan dan Malaysia menjadi negara bebas seutuhnya, kawasan ini dikenal menjadi Dataran Merdeka dimana festival hari kemerdekaan diselenggarakan setiap tahunnya. Pada saat ini, bangunan – bangunan yang terdapat di Dataran Merdeka dijadikan bangunan kementrian.

Merdeka Square

Dataran Merdeka

Salah satu bangunan paling terkenal disana adalah Bangunan Sultan Abdul Samad. Dengan arsitektur kolonial, memiliki dua buah kubah, satu jam dinding yang menjulang tinggi serta pelapis dinding yang terbuat dari batu merah menjadikan bangunan ini sebagai bangunan dengan arsitektur paling menarik. Selain itu juga banyak bangunan lain yang tak kalah menariknya. Misalnya, Gedung Kementrian Penerangan, Komunikasi dan Budaya Malaysia, Gedung Jabatan Muzium Malaysia, Muzium Tekstil Negara dan Perpustakaan Kuala Lumpur. Jika anda seorang arsitek atau penggemar arsitektur, daratan Merdeka wajib dikunjungi jika berkunjung ke Kuala Lumpur.

Bukit Bintang

Atraksi di Bukit Bintang

Di hari Sabtu Malam, banyak kita temukan atraksi di Kawasan Bukit Bintang, atau lebih dikenal dengan sebutan Bintang Walk. Ada atraksi patung, monyet – monyet lucu, pelukis jalanan yang dapat melukis wajah kita dalam waktu 15 menit hingga pengamen yang bernyanyi di trotoar. Pengamen – pengamen ini orang bule lho. Banyak juga restoran – restoran yang menyajikan masakan Arab dan Timur Tengah. Berbagai macam bangsa terlihat berkeliaran di sekitar Bintang Walk. Berada di tengah – tengah ini membuat kita tak menyangka berada di Malaysia, negara tetangga yang memiliki kultur tak jauh berbeda dengan Indonesia.

Hari Keempat Hari Keenam

13 thoughts on “Trip ke Kuala Lumpur – Singapura (Hari Kelima)

  1. wah…cerita perjalanannya menarik. Jadi teringat kembali masa ketika saya jalan-jalan ke KL dan Singapura bersama 2 teman sekitar 3 tahun yang lalu.

    Sedikit kejadian menarik di KL, karena saya berada disana bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha, saya pun menyempatkan diri untuk shalat Ied di Mesjid Jamek. Karena di Indonesia biasanya shalat Ied sekitar jam 7 pagi, maka saya pun sudah berada di Mesjid Jamek sekitar pukul 8 pagi waktu KL. Dan yang saya temui adalah mesjid yang sepi tanpa ada orang hehehehe..tidak ada pula gema takbir. Ternyata shalat Ied disana baru dimulai pukul 9 pagi🙂

    Oh iya, tarif busnya cukup mahal ya RM 79 untuk perjalanan ke Singapura. Tiga tahun yang lalu, saya hanya kena biaya RM 28 untuk bus menuju ke Johor Bahru, dari Johor Baru ke Singapura saya sambung menggunakan bus SBS Transit dengan biaya hanya sekitar SGD 2.

  2. Nurul Fitri Lubis

    Iya Mas..
    Kmren, saya sempat bingung juga sama waktu shalat. Pas baru nyampe, langsung ke hotel dan nggak keluar2.. Trus, pas jam 7 malam shalat magrib. Abis shalat, keluar dan kaget karena di luar masih terang…
    Ternyata maghribnya hampir jam 8 malam di sono…
    Busnya memang agak mahal.. Karena, temen saya yg juga baru travel ke Spore hanya bayar sekitar 50 – 60RM… Milih Aeroline karena pemberhentiannya nggak jauh2 bgt dari Bukit Bintang..Tapi, busnya OK banget.. Super nyaman🙂

  3. vivi

    Hi…menarik banget tulisan km..bikin pengen baca smp selesai.lumayan jg buat referensi bt sy yg ada rencana trvl k sin_mal maybe next year.tlg nama htl tmpt km menginap d wil.bukit bintang dong..kl ga keberatan sm rate nya skalian…hihihi thx b’fore ya..ditunggu tulisan lainny
    a

    1. Nurul Fitri Lubis

      Hi vivi.
      Pas di KL kmren saya sempat nginap di hotel Agora, di bukit bintang. Rate nya 118 RM / malam untuk standard room (tempat tidur queen size). Tapi, saya disini cuma satu malam. Ngga bisa tidur, gatal2 gitu.. Mungkin saya kurang beruntung. Besoknya saya pindah ke Putra Bintang Hotel. Masih di jalan bukit bintang. Ratenya 60 RM/malam untuk single room. Kamarnya kecil, hanya ada 1 tempat tidur buat satu orang. berhubung saya travel sendirian, ya ngga masalah. Meskipun kecil, tapi kamarnya bersih. Kamar mandinya juga bersih. Jangan takut ngga dapat hotel. Di sekitar bukit bintang banyak banget hotel. Namun, kayaknya Putra Bintang itu paling murah..🙂
      Selamat berlibur ya…

  4. iin lubis

    kak, hotel putra bintang itu lokasi persisnya dimana ya? klo dr stasiun bukit bintang, disebelah mananya?
    ratenya sgitu udh sama breakfast?
    kamar mandinya di dalem kamar?
    thx before

  5. Nurul Fitri Lubis

    Hi Iin.
    Begitu kamu keluar dari stasiun monorel, kamu belok kiri. Jalan sekitar 50 meter. Bangunannya ada di sebelah kiri. Sejajar dengan KFC Bukit Bintang. Kalo ngga salah, sekitar 3-4 bangunan setelah KFC. Kamar mandi di dalam. Ngga dapat sarapan. Abis murah sih.. he he he.. Tapi, hotelnya bersih kok..

  6. Nurul Fitri Lubis

    Kalo peta, di toko buku juga ada kalo ngga salah.. DI gramedia atau yg lain…Kmren aku dapetnya browsing di internet.. Trus pas mo beli tiket hop on hop off, dapet peta juga dari travel agent nya..

  7. Nurul Fitri Lubis

    Hi Mita… Untuk info Hop on hop off, kamu bisa temukan di setiap travel agent di KL.. Mereka jual ticketnya kok🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s