Balada Semut


Pada suatu malam, saat insomnia menyerang

ANtsPada suatu hari, sekumpulan semut terkantuk – kantuk mengikuti sebuah pelatihan yang diperuntukkan untuk menjadi serdadu semut. Hari masih pagi benar, namun sang pelatih yang didatangkan jauh – jauh dari negeri Syekh Jehan telah berkoar – koar menerangkan prinsip – prinsip dasar yang harus dikuasai para semut untuk menjadi seeokor serdadu yang kompeten. Semut – semut duduk melingkar mengelilingi sebuah meja berbentuk letter O.

Seekor semut tampak kelelahan. Matanya berair dan kelelahan. Rupanya baru saja tiba dari perjalanan panjang melintasi negeri. Kelak, semut ini dikenal dengan panggilan ‘sayang’ berupa Giant. Di satu sudut, tampak semut lain yang tertunduk – tunduk dengan tampang terintimidasi, tengah membersihkan kacamatanya (dalam dunia semut, juga dikenal miopi). Semut ini kelak dikenal dengan nama Nobita. Panggilan sayang juga.

Seekor semut lain, tengah mengotak atik laptop. Negeri semut memang sudah canggih. Semut pun bisa memakai laptop. Semut ini mendapat kehormatan untuk dipanggil Dora Emon. Satu semut lagi tengah mengandung anak semut (sebutlah namanya Atko). Semut yang lain mengangguk – angguk dengan mulut setengah terbuka. Sang semut ini bernama Suneo (entah melamunkan apa). Dan, seekor semut lain (new comer di negeri semut ini) entah mengetik apa, menulis cerita tak jelas untuk mengatasi rasa kantuk luar biasa dalam mengikuti pelatihan. Semut ini tak lama kemudian dipanggil dengan sebutan sayang Dorami.

Semut – semut ini berusaha keras menerima teori yang disampaikan oleh sang pelatih yang juga mendapat suatu kehormatan untuk menjadi Ratu Semut. Sang ratu sangat gemar mengatakan OK. Dalam dua jam sesi pelatihan, sang ratu sudah mengatakan OK sebanyak 128 kali, menurut laporan yang diberikan oleh semut Dorami, hasil kerja keras dalam mengatasi kantuk. Seminggu mengikuti pelatihan yang dilakukan dengan penuh kebosanan dan kekesalan yang tak ditutup – tutupi pada sang ratu, para semut berhasil mendapatkan gelar ‘Serdadu Semut’.

Malang tak bisa ditolak. Nasib menjadi serdadu, bukan panglima perang. Para serdadu harus bisa menerima dengan segala kerendahan hati untuk ditempatkan di dalam lubang semut yang layaknya hanya dihuni dua ekor semut. Namun, dalam lubang sempit ini persahabatan diantara para semut semakin erat. Hampir saja mereka membuat Asosiasi ‘Ikatan Semut’. Kegiatan favorit para semut adalah saling hina. Dan, saling bantu pula. Seperti layaknya semut. Saling betengkar, padahal saling sayang. Semut Suneo selalu bertengkar dengan semut Nobita. Namun, tak lama kemudian sudah terdengar lagu ‘tak laku – laku’ didendangkan oleh kedua semut yang sering bercokol itu.

Oh ya. Ada seekor serdadu semut lagi.  Karena dia sering sendiri dan kurang bisa bertoleransi atas tingkah – tingkah manis para serdadu semut yang lain, dia sering terlupakan. Nama semut ini adalah Semut Maci. Semut Maci punya kelebihan luar biasa dalam mengeluarkan satu negative feeling terhadap semut – semut yang lain. Bukan main. Suatu hari, semut Suneo tengah berangan – angan pergi ke negeri Semut di seberang lautan. Maci, mengatakan, “Jangan yakin dulu Suneo. Bukannya kamu tengah mengandung anak semut,”… Gubrak. Semut Suneo sampai  terjengkang saking kesalnya. Atau, ketika liburan rame – rame, semut Maci marah pada Dorami karena tidak hemat air, padahal Maci sendiri mengkonsumsi air dua kali lebih banyak dari semut – semut normal.

Kehidupan di lubang semut memang tidak mudah. Tidak bergelimang roti yang bisa disantap setiap saat. Namun, layaknya bangsa semut, para serdadu semut selalu bergotong royong, tolong menolong dan saling mendukung di setiap kesempatan. Misalnya, ketika semut Maci mengancam raja semut untuk meninggalkan lubang semut, serdadu semut yang lain segera memberikan dukungan agar semut Maci jangan ragu – ragu untuk melaksanakan niatnya.

Maaf saudara – saudara. Contoh yang sangat kontroversial jika dibandingkan dengan kehidupan nyata di lubang semut. Sebenarnya, para semut ini saling menyayangi, meskipun terkadang saling menghina. Semut Giant yang selalu disumpahi karena selalui mendahului semut – semut lain jika makanan tiba. Namun, semut Giant juga selalu diingat. Buktinya, ketika semut Maci membawa sekotak donat lezat, semut Giant sedang bertugas di luar lubang semut. Begitupun, semut Dorami meninggalkan sepotong donat untuknya J

Atau semut Suneo dan Nobita selalu gontok – gontokan karena permasalahan tak jelas, yang hanya bisa dimengerti oleh mereka berdua. Namun, tak jarang kedua semut terlihat bekerja sama ketika mengerjakan perintah – perintah sang Ratu. Bahkan, di berbagai kesempatan, mereka tak segan – segan beduet bersama. Atau, ketika semut Atko tidak dipenuhi hak – haknya oleh sang raja, semut Suneo berkali – kali mendatangi sang Raja, mendesak agar hak – hak semut Atko segera diberikan. Sementara semut yang lain membantu dengan doa plus hujatan buat sang raja yang tak bijaksana.

Begitupun, kehidupan di lubang semut tak selalu bahagia. Lubang sempit membuat raja semut yang tak punya pertimbangan panjang menyusun rencana untuk meninggalkan lubang semut menuju lubang yang lebih luas (begitu katanya). Namun, ini semua hanya kedok saja. Sebenarnya, kerajaan semut ini sudah hampir hancur. Namun, sang raja masih berusaha menutupi bahwa kerajaan ini baik – baik saja.

Hari berganti hari. Minggu berganti minggu. Dan bulan berganti bulan. Para serdadu akhirnya harus menerima kenyataan. Mereka harus berpisah. Lubang semut ini sudah tak dapat dipertahankan. Para serdadu harus berupaya untuk mencari lubang dan kerajaan yang lebih baik. Ada pertemuan, dan ada pula perpisahan. Serdadu semut akan merindukan segala hal yang pernah terjadi di lubang semut. Bahkan, kehadiran semut Maci pun terasa sangat berharga. Namun, ada satu hal yang akan tetap diingat para serdadu semut. Persahabatan dan persaudaraan para semut tak akan berakhir sampai disini. Persahabatan itu akan hidup selamanya.

 

note: Gambar di atas, bukan hasil karya saya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s