Tapak Tilas Tjong A Fie


Tjong A FieJika Anda pemburu bangunan tua di Medan, tentunya Anda tidak akan melewatkan kesempatan untuk mengunjungi Mesjid Raya Medan, Istana Maimoon, kantor pos Medan ataupun balai kota lama. Satu bangunan lagi yang tidak boleh anda lewatkan adalah rumah Tjong A Fie. Dahulu, rumah ini tidak terbuka untuk umum. Namun, untuk memperingati 150 tahun Tjong A Fie, rumah ini dibuka untuk umum dengan menggelar pameran yang berisikan foto – foto dan barang – barang peninggalan Tjong A Fie.

Meskipun saya tercatat sebagi warga Medan, namun baru kali ini saya memiliki kesempatan menyaksikan secara langsung kemegahan rumah Tjong A Fie yang lebih dikenal dengan ‘Tjong A Fie Mansion’. Tjong A Fie sendiri berasal dari propinsi Guangdong, Tiongkook. Beliau lahir di tahun 1860 dan berasal dari keluarga yang tidak berada. Untuk kehidupan sehari – hari, keluarganya berjualan untuk menopang hidup. Hanya berbekal beberapa koin perak, Tjong A Fie meninggalkan Tiongkok menuju Indonesia.

Tjong A Fie memiliki tiga istri. Istri pertamanya ada di China dan tidak mengikutinya ketika dia pindah ke Indonesia. Istri keduanya seorang wanita berasal dari Penang, Malaysia namun meninggal dunia setelah melahirkan tiga orang anak. Istri ketiganya, yang juga merupakan istri kesayangannya karena dianggap membawa hoki bernama Lim Koei-Yap. Keluwesannya dalam bergaul membuatnya tidak sulit menjalin hubungan dengan koloni Belanda. Dalam waktu singkat Tjong A fie berhasil menguasai perkebunan tembakau di Medan.

Tjong A Fie merupakan orang terkaya di Medan saat itu. Sifatnya yang dermawan membuatnya banyak memiliki teman. Beliau juga berteman dengan Sultan Deli, Sultan Makmoon Al rasyid. Selain itu, Beliau juga banyak memberika sumbangan untuk pembangunan kota Medan, seperti pembangunan Istana Maimoon, Mesjid Raya Medan, Mesjid di jalan Mesjid untuk komunitas Islam di kawasan Kesawan, Vihara di Jalan Irian barat, Gereja di Jalan Pemuda hingga kubah kantor Walikota Medan beserta jamnya. Tjong A fie meninggal dunia di tahun 1921 dan dimakamkan di peristirahatan terakhir Pulo Brayan.

Rumah Tjong A Fie dibangun dengan menggabungkan tiga seni arsitektur, yakni arsitektur China, arsitektur Kolonial dan arsitektur melayu. Rumah ini memiliki 40 buah kamar. Dengan kolom – kolom pendukung dari beton, lantai tegel dari Italia yang dilukis dengan tangan, plafon yang dihiasi dengan lukisan China dan lisplank yang juga dinding yang dipenuhi dengan lukisan dari China.

Ruang pertama yang saya datangi adalah beranda yang diisi dengan foto – foto Tjong A Fie tempo dulu dan barang – barang yang pernah dipergunakan Tjong A Fie dalam hidupnya. Seperti sepeda dan piano. Kemudian menuju dapur, yang dilengkapi dengan meja dapur yang terbuat dari beton, gilingan cabe serta tungku yang hingga kini masih digunakan jika ada jamuan makan keluarga besar pada waktu – waktu tertentu, seperti saat hari Raya Imlek. Dapur ini juga dilengkapi lemari yang tertanam di dinding untuk menyimpan alat – alat dapur.

Ruang makannya sendiri tidak terlalu mewah. Hanya terdiri dari dua buah lemari, satu set ruang makan dan satu set kursi tamu.

Ruangan berikutnya adalah kamar tidur. Sayang, untuk bagian ini saya tidak dapat memotret dikarenakan adanya larangan dari keluarga Tjong A Fie. Kamar Tidur dilengkapi dnegan satu tempat tidur besar dan beberapa lemari pakaian. Kayu – kayu yang dipergunakan untuk furniture masih terpelihara, meskipun sudah berumur lebih dari seratus tahun. Selain itu, ada juga gramafon, beberapa koleksi botol minuman, koleksi buku, koleksi pakaian Tjong A Fie beserta istri, sebuah peti untuk menyimpan barang – barang berharga, satu set meja bulat dan kursi, tempat Tjong A Fie menyeleaikan pembukuan keuangannya. Kamar tersebut juga dilengkapi dengan tirai gorden yang juga didatangkan dari China.

Ruang berikut nya adalah ruang sembayang untuk menghormati leluhur. Ruang ini dilengkapi dengan altar, lengkap dnegan papan nama para leluhur, serta perabotan yang digunakan untuk sajian pada saat sembahyang. Tjong A Fie menyediakan ruang khusus untuk tamu – tamunya. Ruang berikut adalah ruang yang diperuntukkan bagi tamu – tamunya yang khusus berasal dari etnik Tionghoa. Ruangan ini dilengkapi dengan furniture kayu, lukisan – lukisan china, keramik china dan beberapa buku yang tersusun di dalam lemari tanam. Ruangan juga dilengkapi dengan lampu hias yang juga khusus di datangkan dari luar negeri. Ruangan beriktnya adalah ruang tamu besar. Ruang ini diperuntukkan bagi tamu – tamu yang tidak terlalu dekat. Ruangan dilengkapi dnegan beberapa set kursi tamu. Yang istimewa adalah satu set meja makan dan kursi tamu yang indah sekali, terbuat dari marmer dan kulit kerang mutiara. Kemudian ruangan yang diperuntukkan untuk tamu – tamunya dari kerjaan Deli. Ada foto Sultan Deli disana. Seperti di dapati di hampir semua ruangan, ruangan tersebut juga dilengkapi lukisan, lemari, buku yang tersusun dalam lemari tanam dan lampu kristal indah.

Ruangan berikut yang saya masuki adalah sebuah ‘ball room’ yang terletak di lantai dua. Ruangan ini diperuntukkan untuk menyambut tamu – tamu Belanda nya. Ruangan ini dibiarkan tidak terlalu padat, yang memudahkan para tamu untuk berdansa. Ada beberapa cermin disana untuk membantu para tamu jika ingin merapikan diri sebelum dan sesudah berdansa. Bersebrangan dengan ‘ball room’ adalah ruang altar untuk dewa. Dalam ruangan ini terdapat beberapa barang yang dipergunakan untuk menhormati sang dewa, seperti layaknya ruangan sembahyang yang dimiliki oleh masyarakat keturunan China yang beragama Budha.

Ruang terakhir yang saya kunjungi adalah ruang exhibisi. Ruang ini penuh dengan foto – foto peninggalan di zaman kolonial belanda. Untuk beberapa photo, pihak keluarga khabarnya juga menjalin kontak dengan BWS (Badan Warisan Sumatera). Pelestarian rumah Tjong A Fie merupakan langkah positif untuk mempertahankan budaya dan sejarah di masa lampau.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s