Pesiar ke Kota Kembang


Agenda akhir pekan kali ini adalah mengunjungi kota Kembang. Menggunakan jasa travel mini bus, aku meninggalkan Jakarta di Sabtu pagi, tepatnya pukul 6 pagi menuju Bandung. Karena akhir pekan, dan masih pagi benar, perjalanan menuju Bandung sangat lancar. Tak memakan waktu lebih dari setengah jam untuk mencapai tol. Total lama perjalanan hanya memakan waktu dua setengah jam perjalanan.

Tiba di Bandung pukul 8.30. Tujuan pertama adalah Cijambe, mengunjungi salah seorang kerabat disana. Bersama seorang teman, kami menggunakan jasa taxi yang banyak berseliweran di Bandung. Usai melepas lelah, tujuan pertama adalah kawasan kota tua Bandung yang lebih dikenal dengan sebutan Braga. Braga adalah sebuah kawasan yang pernah menjadi tempat ‘shopping’ paling bergengsi dan sangat prestisius di masa kolonial Belanda. Di tengah kawasan membentang jalan yang tidak terlalu lebar, dengan pertokoan di sisi kiri dan kanan. Kawasan tersebut juga dilengkapi dengan trotoar dengan ukuan lebar yang memudahkan pejalan kaki berjalan – jalan untuk menikmati Bandung Tempoe Doeloe ataupun hanya sekedar window shopping. Restoran bernuansa barat terbuka untuk menerima pengunjung. Seniman – seniman jalanan menjajakan lukisan dan karya seni di sepanjang trotoar. Begitupun, aku masih menemukan sebuah sisi gelap yang selalu menjadi fenomena di setiap kota besar. Seorang gelandangan terduduk kotor bersama anaknya yang tertidur pulas.

Sebuah bangunan tua di kawasan Braga

Bangunan tua di sudut kawasan Braga

Sebuah toko di Braga

Galeri Lukisan di Braga

Sisi Gelap Braga

Aku di Braga

Tak jauh dari kawasan Braga, terdapat satu bangunan yang pernah menjadi saksi penentuan jalannya sebuah sejarah dunia. Museum Asia Africa. Sayang saat itu sudah sore, dan museum sudah tutup. Hujan rintik – rintik juga menghalangiku untuk mengabadikan beberapa foto. Ada satu gedung lagi yang menjadi ikon kota Bandung. Gedung Sate, merangkap sebagai kantor Gubernur Jawa Barat. Pada menara sentralnya, terdapat ornamen tusuk sate. Karena itulah gedung ini disebut dengan Gedung Sate. Sekali lagi, karena cuaca tak bersahabat aku tak dapat memotret gedung sate secara keseluruhan.

Rasanya tidak lengkap jika ke Bandung tanpa mengunjungi Factory Outlet (FO). Kawasan yang paling terkenal adalah Jalan Dago (yang kini disebut dengan nama Jl. Ir. H. Juanda). Berbagai FO ada disana, menyajikan mode berbagai pakaian dan sepatu yang sedang trend dengan harga – harga yang bisa disesuaikan dengan kantong anda. Karena hari itu adalah malam Minggu, banyak sekali pengamen – pengamen muda beraksi. Kebanyakan dari pengamen tersebut adalah mahasiswa. Tak jauh dari sana terdapat kampus Institut Teknologi Bandung (ITB). Sejumlah mahasiswa Seni Rupa tengah melukis dengan lukisan dan gambar – gambar spektakuler di dinding yang telah disediakan. Kawasan lainnya yang menjadi pusat FO adalah Jalan Riau (sekarang Jalan R.E Marthadinata). Selain FO, di kawasan ini juga terdapat hotel dengan berbagai kelas dan restoran yang menyajikan makanan lezat.

Hotel Palais Dago

Salah satu FO di Dago, Bandung

Keesokan harinya kami menuju Kawah Putih Ciwidey. Menggunakan mobil, kami menempuh perjalanan selama kurang lebih dua jam. Tempat ini adalah danau kawah dari Gunung Patuha yang memiliki ketinggian lebih dari 2000 meter di atas permukaan laut. Kawah putih ini terletak di sebelah Selatan bandung dengan jarak 46 kilometer. Kawah Putih ini ditemukan di tahun 1837 oleh seorang Botanis Belanda kelahiran Jerman, Dr. Franz Wilhelm Junghuhn. Beliau menemukan kawah ini saat tengah melakukan penelitian menembus hutan belantara gunung Patuha. Seperti layaknya kawah, bau belerang terpancar menusuk hidung begitu kita memasuki kawasan kawah. Diperingatkan bagi mereka yang tidak terlalu tahan, tidak berlama – lama di daerah kawah karena bisa menimbulkan sesak nafas.

Memasuki kawasan Kawah Putih setiap orang diharuskan membayar Rp. 12.000,-. Dari pintu masuk, masih harus menempuh jalanan beraspal sejauh 6 kilometer. Jika tidak mengunakan kendaraan pribadi, pihak pengelola pariwisata menyediakan shuttle bus yang dapat membawa penumpang dari gerbang masuk ke Kawah Putih. Memasuki kawasan Kawah Putih, kita akan disambut dengan warung – warung yang menjajakan souvenir dan buah strawberry. Beberapa pengamen kecil bersenandung membawakan lagu Sunda ditemani dengan sebuah gendang kecil.

Karena hari itu adalah hari Minggu, Ciwidey dipenuhi lautan manusia. Agak sulit mengambil spot bagus untuk memotret. Meskipun hujan rintik – rintik turun berulang kali tak menghalangi wisatawan untuk menikmati keindahan Kawah Putih. Kabut bernuansa lembut datang dan pergi turut mewarnai keindahan air kawah yang berwarna hijau muda. Menurut penduduk setempat, warna air kawah sering berganti – ganti. Pada saat cerah bisa berwarna hijau kebiruan. Terkadang berwarna coklat muda. Namun lebih sering berwarna hijau keputihan dengan pasir – pasir putih di sekeliling kawah. Karena itulah kawah ini disebut Kawah Putih.

OTW Bandung – Ciwidei

Kawah Putih Ciwidei

Pengamen di Kawah Putih

Telaga kecil di Ciwidei

Dalam perjalanan pulang menuju Bandung, kami mampir di sebuah restoran untuk menikmati makan siang. Selain sebuah hall untuk tempat makan, restoran ini juga menyajikan pondok – pondok yang dibangun di atas kolam ikan sebagai tempat makan. Sambil makan, kita dapat menikmati ikan yang berenang riang serta mengamati petani strawberry membetulkan petak – petak tanaman strawberry nya. Minggu sore, aku kembali ke Jakarta.

Kebun Strawberry di Ciwidei

Petani Strawberry

Tak cukup waktu dua hari untuk mengelilingi kota Bandung dan sekitarnya. Jika ada kesempatan di lain waktu, aku akan mengunjunginya kembali.

5 thoughts on “Pesiar ke Kota Kembang

  1. dhora

    Aq blum pernah ke kawah putih ciwidey.. Ngeliat poto2mu dsana, aq jd pengeeen bangeet ksana… Tp kpn ya???
    Nunggu anakku besar dulu deh… hehehehe..keciannya yg udah mamak2 ini….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s