No Kompre, Mama


Selama berada di Congo, bahasa menjadi kendala utama, setelah para SEGHEI tentunya. Terutama bagi orang – orang yang tidak pernah tinggal di Prancis, atau tidak pernah belajar bahasa Prancis, atau bukan berasal dari negara – negara bekas jajahan Prancis. Di Congo, bahasa Prancis adalah ‘official language’. Tapi, jangan membayangkan bahasa – bahasa tersebut terdengar seksi, seperti yang sering terdengar di film – film Prancis yang romantis. Bahasa Prancis disini digunakan dengan cara berteriak.

Sebelum berangkat ke Congo, aku menyempatkan diri untuk membeli kamus elektronik Alpha Link yang menyediakan berbagai kata dalam bahasa Prancis. Ditambah kursus super kilat dari seorang teman untuk mengucapkan sepatah dua patah kata dalam bahasa Prancis, yang hasilnya bikin temanku itu frustasi. Setelah seminggu kursus kilat aku hanya tahu bagaimana mengucapkan ‘Koma Safa’ yang artinya apa khabar. Maka akan djawab dengan ucapan ‘Safa biang’ yang berari khabar baik. Atau, ‘Jemapel Nurul’  yanga artinya nama saya Nurul. Jangan harap aku tahu bagaimana cara menuliskannya. Akhirnya, si teman yang malang cuma bilang, “Ya sudahlah. Satu hal yang harus kau ingat, dalam bahasa Prancis, makin ngga jelas pengucapannya, makin kedengaran bagus”. Entah dari mana si teman mendapatkan teori ini.

Urusan bahasa ini ngga hanya bikin masalah di tempat kerja saja. Sebagai Camp Manager, mengharuskanku berinteraksi dengan begitu banyak orang dari berbagai belahan negeri. Dengan daily worker ku sendiri, karena bertemu setiap hari dan yang mereka minta setiap hari juga sama, aku sudah bisa sedikit berkomunikasi dengan mereka. Paling – paling mereka cuma nanya attendance list, lapor kalau ada AC yang ngga jalan dan sejenisnya. Tapi, tidak demikian dengan staff yang lain. Pagi ini, aku sudah menghabiskan waktu selama sepuluh menit hanya untuk menginterpretasikan apa yang dikatakan oleh seorang tentara Tunisia.

“Madam.. French Madam?.. Bla bla bla bla..”

“No Sir. Just English. Do you speak English?”

“No Madam… French Madam…Bla bla bla bla” dia berusaha keras membuatku mengerti akan maksud dan tujuannya. Sampai melakukan gerakan menepuk – nepuk segala. Putus asa, aku memanggil Mama Phylo, team leader daily worker ku..
”Mama Phylo… What does he want?”

“Ahaaa… Mmmmm… ” Mama Phyplo bergumam sambil mendengarkan ocehan si tentara Tunisia.

“Haaa.. Nurul… Mosquito” kata si Mama Phylo. Ternyata si Tentara Tunisia mencari Insect Killer alias cairan pembunuh serangga.

Jika situasi di kantor sudah cukup bikin kepala nyut – nyutan, di rumah tak kalah seru yang aku hadapi. Tina, asisten rumah tangga kami, juga tak bisa berbahasa Inggris. Tingkahnya juga bikin otak makin sakit. Kalo kita minta dia melakukan sesuatu, akan segera dijawab dengan lantang “No Kompre Mama” yang artinya “Ngga ngerti”

“Tina.. Don’t forget to wash the clothes today” kataku

“No Kompre Mama” jawab Tina seenaknya.

“Tina. We have no water for drinking. Please buy it after you wash,” kata Sari.

“No Kompre Mama”

“Tina. We’re leaving now. Please lock the door” teriak kak Luna

”No Kompre Mama” jawab Tina tak kalah keras.

Jawaban si Tina ini memang selalu No Kompre. Kecuali di suatu siang, saat aku, Sari, Kak Luna , dan si Tina sedang berbelanja. Saat itu Sari tengah melihat sebuah tas sandang di sebuah toko. Si Tina ada di sampingnya.

“I’ll get this bag for you” kata Sari. “Kompre Tina?”

“Kompre Mama” jawab si Tina pasti. Heran deh. urusan disuruh kerja ngga kompre. urusan dikasi hadiah, kompre banget dia..

Di suatu sore, aku pulang dengan lusuh. Orientasi pekerjaan baru yang masih bikin kepala puyeng dan ditambah fakta tidak ada air di apartment kami. Perusahaan air minum memutus jaringan air minum untuk Presidential Old Gallery Apartment. Petugas yang mengutip iuran air minum sekarang tengah dipenjara karena tidak membayar kepada perusahaan air minum. Keadaan yang membuat wajahku semakin lusuh. Tampang Sari juga tak kalah lusuh. Mungkin hari ini si nenek sihir di kantor berhasil mebuat harinya berantakan.

Hal pertama yang dilakukan begitu memasuki apartment adalah mengecek apakah si Tina sudah menyuruh orang untuk membeli air. Melihat tong air yang masih kosong, bikin kepala makin berdenyut denyut.

“Tina.. Dont you ask someone to buy the water today?” tanyaku galak.
“No Mama.. Bla bla bla bla…” entah kenapa saat itu tampaknya si Tina mengerti apa yang kukatakan. Giliran aku yang tak mengerti apa yang diucapkannya.

Putus asa, kutinggalkan saja si Tina. Belum lima menit kutinggal, kudengar teriakan Sari.
“Nuruuuuuul… Toloooong akuuu..”

Wah ada apa ini. Jangan bikin Sari makin bete. Di dapur, aku menemukan Sari tengah melotot, memandang si Tina. Tangan kiri ada di pinggang, sementara tangan kanan memegang penggorengan. Mudah – mudahan si Sari sedang tak berusaha menggetok kepala si Tina.

“What’s up Sari?’ tanyaku

“Apa kata Si Tina ini. Ngga ngerti aku sepatah katapun. Aku hanya nanya berapa harganya satu jerigen air ini.” kata Sari putus asa.

 Si Tina mulai berceloteh lagi. Tapi, tetap saja, meskipun ada disana, tak sepatah katapun kami mengerti apa yang diucapkannya.

“Bla bla bla bla… Kompre?’ tanya Tina.

“NO KOMPRE” teriakku dan Sari bersamaan.

Si Tina mulai putus asa. Dia sampai memukul – mukul tangannya ke dinding. Ting Tong.. Kak Luna Pulang. Saatnya bagi kak Luna untuk menginterogasi Tina.

“Tina…. How much ….” sayup – sayup terdengar suara kak Luna menginterogasi Tina. Sementara aku dan Sari melanjutkan pekerjaan di dapur yang sudah menunggu. Suara Kak Luna dan Tina bergantian, saling menggelegar berusaha membuat mengerti antara satu dan yang lain.

 ”Bla.. Bla. Bla.. Kompre Mama?” Tanya Tina

“Ahaaa.. Yes. Yes. “ jawab kak Luna..

”Wah hebat Sari.. Kak Luna sekarang udah bisa bahasa Prancis ,” celetukku.

”Alaahh .. Bisa – bisa Kak Luna aja tuh,” jawab Sari. ”Liat aja sebentar lagi,”

Lima menit  berlalu. Namun perdebatan antara kak Luna dan Tina tak kunjung usai.

”No kompre Mama,”  teriak Tina.

“HARUS KOMPRE TINA…JADI BERAPA HARGANYA?” teriak Kak Luna hilang sabar. Teriaknya pake bahasa Indonesia lho. Kontan aku dan Sari tertawa terbahak – bahak mendengar teriakan Kak Luna.  Si Tina dengan wajah putus asa hanya menggangguk dan menggeleng – gelengkan kepala.

7 thoughts on “No Kompre, Mama

  1. zofya yao

    walah2 gw dah perasaan banget kalo loe bakal mencak2 soal bahasa. Dimana2 orang yang pake france pasti nggak bisa english. Terpaksa loe perkuat lagi iman loe untuk bersengau ria sambil memonyong2 mulut. Mungkin bisa keluar mutiara kata2 france yang keren .

  2. Nurul Fitri Lubis

    @ Sonya: Secara lo tau gw parah banget soal bahasa.. Kebayang betapa desperate nya gw kalo dah ngomong sama orang2 ini.
    @ Alid: No Kompre itu bahasa Prancis (nulisnya ngga tau gimana.. he he he), artinya Ngga Ngerti..

  3. dhora

    “Safa Biang” artinya bagus klo dsana…Klo di medan????? Sapa yg biang ????? hehehhe….
    mnurutku ad bagusx kamu ditugaskan ke daerah yg bkn mumet kayak Kongo… kamu kan orangnya ga sabaran, cepat emosi.. Insya Allah setahun di kongo, kebiasaan burukmu itu psti bs diminimalisir…. Si “Tina” pasti bs bantu kamu dlm “Anger Management”….. Kompre Madam nURUL……
    Btw, si “Tina” tuh kayak Bolot pelawak itu ya…. Klo diajak ngomong kerjaan psti budek, tp klo diajak ngomongin masalah duit & cewek cantik, pasti budeknya ilang…..hehehehe….

  4. Nurul Fitri Lubis

    @ Kak Dhora: Si Tina sekarang mah udah mulai ngerti kak…. Ngga tau siapa yang mengalami peningkatan.. Kami atau si Tina…. ha ha ha….

  5. sopril

    Wakakakak,
    lucu, lucu.
    Stress dalam bekerja bisa menghasilkan beberapa kemungkinan, depresi, jahil, atau kocak, kayaknya Nurul mengalami yang ketiga. Wakakakak

  6. Nurul Fitri Lubis

    @ Pak Sopril: He he he… Ada dua pilihan dalam menghadapi stress Pak. complain all the time atau menikmati saat2 stress tersebut.. Alhamdulillah, saya masih menikmati. Meskipun kadang2 komplain juga..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s