Bonobo, Primata Yang Terlupakan


Liburan Paskah yang lalu, akhinya, aku, Kak Luna dan Sari berkesempatan meninggalkan Presidential Old Gallery Apartment untuk mengunjungi Lola ya Bonobo Sanctuary. Suaka Margasatwa ini letaknya kurang lebih 1 jam perjalanan dari Kinshasa, ibukota DR Congo dengan menggunakan mobil, jika tidak macet dan tidak nyasar. Akhirnya, setelah hampir dua bulan terkurung di apartment sempit itu, hari ini bisa juga menikmati sisi lain dari Kinshasa. Thanks to Kak Luna yang sudah berhasil mengajak Erick, our new Ghanaian friend from Aviation Section, and many thanks to Erick for being our nice ‘driver’ one whole day. Selain Erick, ada satu orang pria yang menjadi bodyguard kami. Aku memanggilnya Papa Captain, seorang tentara asal Africa Selatan.

Tepat pukul 10 pagi, Erick menjemput kami di Presidential Old Gallery. Sempat berdebar – debar juga, ketika setengah jam sebelumnya Erick menelepon untuk memberitahu dia tidak bisa menemukan driving lisence nya. Oh God.. Please, jangan gagalkan rencana melihat si Bonobo. 10 menit kemudian, kami menarik nafas lega. Erick menelepon. He found the driving license… Horeee.. Jadi juga lihat si Bonobo.

Siapa sih si Bonobo ini? Apa hebatnya dia?

Si Bonobo ini adalah bagian dari keluarga primata, dan masih sepupuan sama yang namanya simpanse, orang utan dan gorilla. Yang paling unik, si Bonobo ini primata yang punya kemiripan paling dekat dengan manusia. Bonobo memiliki DNA dengan kemiripan 98% dengan manusia. Banyak orang yang tidak mengetahui bahwa Bonobo ini ada. Dan mereka hanya dapat ditemukan di satu negara, yakni  Democratic Republic of Congo, sebuah negara di Africa Tengah dimana saat ini aku tengah bermukim. Bonobo adalah jenis primata terakhir yang ditemukan, dan diperkirakan yang pertama punah jika tidak segera dilindungi. Jumlah primata ini semakin lama semakin memprihatinkan.

Dalam keadaan normal, untuk menuju suaka margasatwa ini hanya membutuhkan waktu 45 menit – 1 jam, ke arah Matadi  dari Kinsaha, ibukota DR Congo. Namun, dikarenakan kami tak menguasai lokasi, dan keterbatasan dalam berkomunikasi dengan bahasa Prancis, setelah dua jam berkendaraan kami tidak melihat adanya tanda – tanda tempat para Bonobo bermukim. Akhirnya, kami memutuskan untuk kembali bertanya pada penduduk setempat. Bahasa kembali menjadi kendala. Papa Captain maupun Erick tak berhasil menyampaikan maksud dan tujuan kami untuk mencari Bonobo. Akhirnya, seorang pria Congo mendatangi kami dengan menggunakan bahasa Inggris. Alhamdulillah, akhirnya ada juga yang bisa diajak bicara. Ternyata si pria adalah driver di MONUC. Dia memberikan penjelasan lengkap dengan peta yang dibuat secara darurat. Ternyata, kami sudah satu jam lebih melewati persimpangan tempat habitat para Bonobo.

Kami kembali memutar, menuju arah Kinshasa, mencoba menemukan arah yang telah diberitahukan. Setelah melewati sebuah pasar, akhirnya kami menemukan sebuah persimpangan. Dari sana masih harus berkendaraan sekitar 15 menit menuju Dela Lukaya, tempat para Bonobo dilestarikan. Tiba di Dela Lakuya bukan berarti bisa menemukan tempat Bonobo dengan mudah. Kami sempat kelewatan, karena tak ada papan nama sama sekali. Setelah diberitahu oleh penduduk setempat, kamipun menemukan sebuah pintu pagar dan menemukan papan nama La Loya Bonobo berada di dalamnya.

Untuk masuk ke dalam sanctuary ini kami diahruskan membayar 5 USD per orang. Sayang, hari itu hari Jumat, sehingga tak banyak yang bias disaksikan, Karena hari Jumat sebenarnya bukan hari bebas bagi pengunjung. Jika ingin datang, datanglah pada hari Sabtu atau Minggu. Seorang pria Congo menemani kami mengunjungi satu tempat pelestarian Bonobo, satu – satunya tempat yang bias dilihat pengunjung pada hari Jumat.

Begitu melihat si pemandu membawa pisang, segera Bonobo – bonobo itu mendekati kami. Unik memang mereka. Berjalan menggunakan dua kaki seperti manusia. Begitu pisang – pisang dilempar ke arah mereka, mereka langsung berebutan dan saling bercanda untuk mengambil pisang – pisang tersebut. Ada yang pukul – pukulan, kejar – kejaran, pokoknya persis manusia. Seekor Bonobo mendatangi kami. Begitu melihat aku dan teman – teman lain memegang kamera, dia langsung beraksi untuk minta difoto. Seekor Bonobo menunjukkan aksinya berendam di dalam air sungai, seperti layaknya tengah berendam di jakuzzi. Si Pemandu memanggilnya, “Fizy. Come here. They would like to take your picture”. Hebat. Si bonobo bernama Fizy ini langsung mendekat. Satu lagi kelebihan Bonobo. Mereka mengerti beberapa bahasa. Wuihh. Lebih hebat dari manusia ternyata.

              Fizzy, si Bonobo

Ada satu lagi keunikan Bonobo. Mereka bisa bercinta sambil makan. Tampaknya, makanan bisa membuat hormon – hormon mereka meningkat. Seekor bonobo jantan yang tengah melahap pisang menarik bonobo betina yang juga sedang melahap pisang untuk mengajaknya bercinta. Si betina tampaknya tak keberatan, dan mereka bercinta begitu saja, seperti manusia. Si pemandu sampai berkata, ”I don’t know what happened to them. They love sex, sex and sex.” Bahkan Papa Captain memberikan komentar, “Wow… They’re busy when they’re eating”. Bonobo memang suka bercinta. Mereka menjadi lambing perdamaian. Ada paham yang disampaikan para Bonobo MAKE LOVE, NOT WAR.

    Bonobo… They’re busy when they’re eating

Meskipun tak ada yang bisa memastikan berapa banyak Bonobo yang hidup, diperkirakan ada 5000 – 50000 bonobo hidup di alam liar. Jumlah ini semakin berkurakan dikarenakan adanya perburuan liar hingga perdagangan untuk meniual daging si Bonobo. Jika tidak dilakukan tindakan perlindungan bagi Bonobo, bukan tak mungkin di tahun – tahun mendatang Bonobo hanya tinggal cerita lama.

4 thoughts on “Bonobo, Primata Yang Terlupakan

  1. zofya yao

    Thanks Rul. aku baru tau ada mahluk yang namanya Bonobo ini. Dari kemarin aku kira dia simpanse. Jadi bisa kenalan agakdekat dengan mahluk termirip dengan manusia ini

  2. Nurul Fitri Lubis

    Dulunya juga aku ngga tau ada Bonobo.. Taunya gorila dan simpanse.. Sampe di Congo yg tak seberapa inilah baru tahu ada satu makhluk lagi.. Si bonobo ini…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s