Mesir, Si Negeri Seribu Menara (4)


Alexandria

Alexandria atau Iskandariyah. Kota itu sudah menarik minatku jauh sebelumnya. Kota yang pernah menjadi pusat belajar dunia serta menjadi saksi cinta antara Anthony dan Cleopatra. Kota kedua terbesar di Egypt ini, dengan suasana mediterania yang lebih terasa dibandingkan dengan suasana Timur Tengah. Didirikan oleh Alexander the Great tahun 331 BC dan menjadi ibukota Graeco – Roman Egypt. Banyak sekali tempat bersejarah yang layak dikunjungi di Alexandria. Qaitbay Citadel, Perpustakaan Alexandria, Istana Montazah, Pompey Pillar, Roman Amphitheater dan masih banyak lagi. Namun, karena waktu yang sangat terbatas, aku hanya bisa memilih tiga tempat yang bisa dikunjungi. Perpustakaan Alexandria, Qaitbay Citadel dan Istana Montazah.

Pukul 8 pagi, aku dan Rius sudah meluncur meninggalkan Cairo. 225 km adalah jarak yang cukup jauh untuk ditempuh. Seperti saat menuju Suez, sepanjang perjalanan dari Cairo menuju Alexandria kiri dan kanan jalan dipenuhi gurun pasir. Namun, tidak seperti Suez, di gurun – gurun ini juga berdiri beberapa bangunan, pomp bensin, super market kecil beserta mesjid. Hal ini mungkin dikarenakan ada lebih banyak bisnis di Alexandria.

Perjalanan memakan waktu hampir tiga jam. Saat tiba, waktu sudah menunjukkan pukul 11 siang. Tujuan pertama adalah Perpustakaan Alexandria. Perpustakaan ini terletak tepat di depan laut mediterania. Dengan bentuk atap menarik, seperti sebuah amphiteather yang dilapisi kaca, ditopang dengan konstruksi baja. Di halaman depan, terdapat sebuah kolam besar. Aku tidak terlalu paham dengan konsep kolam ini. Apakah ingin menonjolkan konsep water front? Tapi kurasa tidak, mengingat laut Mediterania terletak tepat di depannya.

Alexandria Library

Perpustakaan ini penuh dengan wisatawan asing,  mahasiswa yang ingin membaca, mencari materi perkuliahan ataupun sekedar jalan – jalan. Untuk masuk ke dalam perpustakaan, kita harus menitipkan tas dan semua barang bawaan di tempat penitipan. Meskipun di dalam sangat ramai, namun suasana hening, sebagaimana layaknya sebuah perustakaan. Orang – orang membaca dengan tenang. Bahkan yang hanya sekedar mengunjungi pun menghormati pengguna perpustakaan yang tengah membaca. Banyak sekali koleksi buku – buku bagus. Dan yang paling menarik, perpustakaan ini bersih terawat. Tidak ada istitilah bersin – bersin jika kita membuka sebuah buku dikarenakan debu yang tersimpan di balik buku tersebut.

Mummi di Perpustakaan Alexandria

Selain menyediakan buku, perpustaakan ini juga memiliki galleri yang berisikan patung – patung hasil kreasi pada masa lampau. Ada patung Bapak Ilmu Pengetahuan, Socrates hingga replica Caesar Augustus. Gallery lukisan juga ikut meramaikan suasana perpustakaan. Di sebuah gallery, terpampang berbagai lukisan yang menggambarkan kejayaan Alexandria di masa romawi kuno. Jika ingin melihat manuscript juga bisa. Sayang, untuk masuk melihat mansuskript, lagi – lagi tidak diizinkan untuk membawa kamera. Kegiatan terakhir di perpustakaan adalah berfoto dengan replica Alexander the Great. Replica ini berada di tengah – tengah halaman perpustakaan.

Galeri Lukisan di Perpustakaan Alexandria

Replika Caesar August

Aku melanjutkan perjalanan menuju Qaitbay Citadel. Jaraknya tidak terlalu jauh dari perpustakaan. Hanya berkisar 5 menit dengan mobil. Menuju gerbang masuk, sepanjang trotoar telah dipenuhi pedagang yang menjual cendra mata. Qaitbay Citadel ini dianggap sebagai benteng pertahanan yang penting, tidak hanya di Mesir tetapi juga di sepanjang pantai di Laut tengah. Benteng ini didirikan oleh Sultan Qaitbay Al Zahiry (1468 – 1496 M) yang begitu menyukai seni dan asrsitektur. Benteng ini dibangun dengan tujuan untuk melindungi Mesir dari Dinasti Ustmani yang kekuasaannya semakin meningkat di wilayah Mediterania.

Seperti tempat wisata lain, benteng ini juga selalu penuh dengan pengunjung. Baik lokal maupun internasional. Bahkan, saat aku disana, serombongan besar orang Indonesia juga tengah melakukan kunjungan. Si Rius sendiri, sempat – sempatnya berkenalan dengan cewek – cewek Mesir. Berada di disana, seperti masuk ke dalam buku sejarah Arsitektur, yang kubaca saat masih berada di bangku kuliah. Memasuki kawasan benteng, ada sebuah jalan dengan pohon – pohon kurma sebagai pengarah. Di kiri kanan jalan juga terdapat beberapa meriam. Benteng itu sendiri terdiri dari dua lantai. Bagian dalam disokong oleh kolom untuk menopang lengkungan atap. Bagian belakang benteng langsung berbatasan dengan Laut Mediterania dimana kita bisa memandang ke laut lepas. Menyaksikan kapal – kapal pergi dan berlabuh.

Qaitbay Citadel

Perjalanan terakhir adalah Montazah Pallace. Istana ini berada di area seluas 1,5 acre dikelilingi oleh tembok di bagian Selatan, Timur dan Barat serta berbatasan langsung dengan laut di sebelah Utara. Istana ini milik dari keluarga Mohammad Ali, penguasa Mesir hingga tahun 1952. Pembangunan dimulai tahun 1892 oleh King Abbas II, yang membangun istana besar yang ada di dalam kompleks, dikenal dengan Salamlek. Tahun 1932, King Fuad membangun Istana yang lebih besar yang disebut Haramlik. Putranya, King Farouk, membangun jembatan ke arah laut sebagai area water front.

Istana Montazah, Iskandariyah

Kawasan water front di sepanjang boulevard Alexandria juga tak kalah menyenangkan. Sepanjang pantai, dibangun tembok tinggi dan kokoh sebagai penahan dari ombak laut. Di sepanjang jalan ini, para remaja menghabiskan waktu. Baik untuk bercengkrama, menikmati bau khas air laut ataupun sekedar jalan dan berjogging.

Kawasan Water Front, sepanjang laut Mediterania, Alexandria

Tak cukup sehari untuk mengelilingi Alexandria. Jika ada kesempatan di lain waktu, aku akan melakukannya kembali.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s