Mesir, Si Negeri Seribu Menara (5)


Memphis dan Dashur

Memphis tidak pernah bisa lepas menjadi bagian dari sejarah Mesir. Bagaimana tidak? Kota ini pernah menjadi ibukota serta pusat pemerintahan Mesir kuno. Rasanya tak lengkap, jika aku sudah mengunjungi Cairo, Alexandria namun tak menjenguk kota yang pernah menjadi puat pemerintahan King Ramses II, sang pharaoh terkenal, selama 3000 tahun hingga kekuasaan Romawi mulai memasuki Mesir. Namun, kebesaran Memphis tinggal cerita lama. Setelah masuknya kekuasaan Islam yang memindahkan ibukota ke Cairo, Memphis tinggal menjadi sebuah kota kecil. Lebih tepat disebut dengan kampung.

Seperti layaknya kampung, begitu aku dan Rius memasuki kawasan kota tua tersebut, kami disambut dengan situasai yang jauh dari peradaban kota. Dimana masih banyak petani yang membawa hasil pertanian dengan menggunakan kereta yang ditarik oleh keledai. Jalanan berdebu dan kurang terawat, serombongan ibu – ibu yang mengenakan burka tengah berpergian dengan menggendong anak – anak kecil, bocah – bocah lelaki yang sibuk menggembalakan domba, petani – petani yang kelelahan, dan tertidur di bawah rindangnya dedaunan pohon yang bisa menghalau teriknya mentari saat musim panas. Sesuatu yang sebenarnya tampak biasa dimata penduduk Mesir, atau orang yang sudah berdiam cukup lama di sana. Namun, bagiku itu adalah sesuatu yang baru.

Suasana Jalan Menuju Memphis

Tujuanku mengunjungi Memphis adalah untuk melihat Museum terbuka, yang memamerkan sisa – sisa kejayaan Mesir kuno. Tak terlalu jauh dari Cairo, hanya memakan waktu 45 menit. Tiket untuk masuk ke dalam juga tak terlalu merobek kantong. Aku hanya mengeluarkan 21 LE untuk masuk ke dalam museum. Namun, tak terlalu banyak yang bisa disaksikan. Peningggalan yang ada hanya beruba artefak , mastba, dan patung raksasa King Ramses II. Tidak terlalu banyak wisatawan saat aku berkunjung. Tampaknya kemunduran Memphis juga turut mempengaruhi kemunduran museum itu sendiri. Si museum, terletak di tengah – tengah perkampungan yang tak lagi jaya. Beberapa pedagang souvenir membuka tempat dagangan dan mencoba menawarkan kepada para turis. 

Sphinx di Museum Terbuka, Memphis

Statue King Ramses

Selanjutnya, aku melanjutkan perjalanan untuk menyaksikan kemegahan pyramid Dashur. Meskipun pyramid ini tidak seterkenal pyramid – pyramid di Giza dan Sakkara, namun bagiku mengunjungi Dashur adalah satu keharusan untuk menyaksikan sisa sejarah peradaban Mesir kuno. Raja Snefru lah yang pertama kali memilih kawasan ini untuk menjadi makam kerajaan, karena dekat dengan ibukota Memphis.

Memasuki kawasan pyramid Dashur, aku disambut dengan hamparan luas padang pasir. Sejauh mata memandang, hanya kilauan pasir yang terlihat. Kawasan ini juga terkesan lebih mistis dan dibandingkan dengan dua pyramid sebelumnya. Wisatawan tidak terlalu banyak. Aku tidak terlalu tahu apa penyebabnya. Mungkin karena masih banyak orang yang tidak terlalu familiar dengan pyramid Dashur atau karena saat itu hari telah sore, dan para wisatawan telah meninggalkan kawasan pyramid.

Bent Pyramid di Dashur

Yang unik dari piramida di Dashur ini adalah sebuah pyramid yang dikenal dengan Piramid Selatan atau Bent Piramida. Arsitek yang membangun pyramid ini membuat kesalahan dan baru menyadarinya saat ketinggian sudah mencapai 48 meter dengan sudut 54 derajat. Sang arsitek merubah rencana asli, mencoba membuatnya lebih aman dengan memodifikasi sudut menjadi 43 derajat. Karena itulah piramida ini berbentuk aneh dan disebut dengan Bent Pyramid atau pyramid bengkok. Menurut para ahli konstruksi pada zaman itu, sudut 54 derajat akan menghasilkan pyramid yang besar dan tinggi dan tidak stabil.

2 thoughts on “Mesir, Si Negeri Seribu Menara (5)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s