Dua Puluh Tips Untuk Solo Traveler


 Jalan – jalan bareng teman tentunya menyenangkan. Saat menjumpai sesuatu yang baru, ada teman yang bisa diajak berkomentar. Saat mau nyari tempat baru, ada teman yang diajak celingak celinguk. Tapi, ada kalanya saat kita mau liburan, tidak ada satupun teman yang bisa kita ajak. Jadwal yang nggak pas lah, si teman nggak mau pergi ke tempat yang kita tuju lah, si teman nggak berani pergi terlalu jauh, dan berbagai alasan lainnya. Jika sudah kepentok situasi seperti ini, solo traveler menjadi pilihan.

Solo Traveler juga tidak kalah menyenangkan. Bebas kemana saja kita mau. Kalau liburan bareng teman, hal ini tidak bisa dilakukan tanpa berkrompomi dengan si teman. Bisa tidur dan bangun sesuka hati. Kalo sama teman, tidak bisa dilakukan juga tanpa kesepakatan. Satu teman sukanya dugem. Mana mungkin diharapkan bangun pukul enam pagi. Sementara teman yang lain sangat suka memulai aktivitas berpelesir sejak matahari terbit. Nah lho, bingungkan.

Kemungkinan bertemu orang – orang baru juga lebih besar. Karena kita sendirian, biasanya kita juga nyari solo traveler untuk dijadiin temen celingak celinguk. Kalau liburan bareng teman, kita cenderung merasa tak butuh bantuan orang lain.

Begitupun, tetap aja ada kekurangan jika kita melakukan perjalanan seorang diri. Kalo ada kesulitan, karena sendirian, mau tak mau ya harus diselesaikan seorang diri. Keamanan juga faktor lain yang harus dipertimbangkan. Berikut, beberapa tips kalo Anda mau jadi Solo Traveler (berdasarkan pengalaman pribadi).

1. Tentukan tujuan

Ini wajib dilakukan. Dari awal, harus sudah tahu mau kemana dan mau melakukan apa. Jangan hanya mikir, “Ah.. Aku mau ke tempat ini ah..” tanpa tahu interesting places yang layak untuk dikunjungi dan interesting things untuk dilakukan.

2. Hunting ticket

Sesuaikan harga ticket dengan isi rekening Anda

3. Cari informasi semaksimal mungkin tentang tempat / negara yang akan Anda kunjungi.

Regulasi Visa. Apakah bisa mendapatkan Visa on Arrival atau Visa harus di urus di depan.

Vaksinasi. Untuk beberapa negara, ada beberapa vaksinasi yang harus dilakukan. Hindari kejadian Anda dideportasi hanya karena ketidaklengkapan dokumen dan kurangnya informasi.

4. Susun itinerary

Hal ini penting sekali. Agar tidak buang – buang waktu ketika tiba di tempat tujuan dan sibuk mikir, “Hari ini mau kemana ya?” Hal ini bisa dilakukan dengan mengecheck beberapa website terpercaya. TripAdvisor, lonelyplanet dan virtual tourist biasanya jadi andalanku, karena ada review dari para traveler.

5. Cari hotel / penginapan

Sesuaikan dengan jadwal itinerary yang telah Anda susun. Jika memungkinkan, carilah hotel di wilayah strategis, yang berdekatan dengan tempat makan serta atraksi menarik.

6. Bawa peta

Sangat penting jika kita berpelesir seorang diri. Peta ini jadi panduan serta teman selama di perjalanan.

7. Siapkan perlengkapan yang dibutuhkan sebelum berangkat  liburan

Sesuaikan dengan tempat yang akan di datangi. Cek juga keadaan cuaca dan temperatur udara. Jangan sampai salah kostum, seperti memakai pakaian seadanya saat suhu udara sangat rendah.

8. Ketika tiba, lihat dan pelajari keadaan sekitar di hari pertama.

Jangan terlalu heboh meng exsplore semua tempat. Kenali pos keamanan, rumah sakit, bank, dan beberapa tempat lainnya.

9. Pake sun cream, biar ngga item dan terbakar.

10. Jangan malu bertanya kalo ngga mau nyasar dan jalan – jalan tanpa tujuan

11. Bawa buku dan music player

 Kedua benda ini bisa membantu untuk membunuh kebosanan saat tak ada orang yang bisa diajak bercerita.

12. Ikut tour

Kemungkinan bisa dapat teman seperjalanan dan menambah koleksi teman Anda

13. Jangan terlalu mengandalkan kartu kredit

Bawalah juga uang kontan atau ATM yang bisa dipakai dimana saja. Hindari kejadian ketika kartu kredit Anda terblokir, dan Anda tak memiliki uang kontan sepeser pun.

14. Gunakan Safety Money Belt untuk menyimpan uang, pasport, dan dokumen – dokumen berharga lainnya

Safe Money Belt

Gambar diambil dari: http://moneybelt.co.cc/about

15. Karena anda sendirian, biasanya ada saja orang – orang yang akan mendatangi Anda. Bertanya apakah Anda perlu ‘teman’ untuk menemani kesendirian Anda. Jika Anda tak berminat, tolaklah dengan sopan.

16. Hindari daerah – daerah rawan, seperti tempat yang terlalu ramai dimana pencopet juga ramai berkeliaran. Jika anda wanita, daerah Red District juga sebaiknya jangan didatangi seorang diri. Karena, bisa – bisa Anda disangka sedang ‘berjualan’.

17. Sebelum mengambil foto, kenali keadaan sekitar. Jika ingin mengambil foto orang secara terang – terangan, minta izin lah terlebih dahulu pada orang tersebut.

18. Jangan lupa berterima kasih setelah mengambil foto.

19. Gunakan Tripod untuk foto narsis

20. Jika tidak membawa tripod, namun tetap ingin foto narsis, mintalah bantuan sesama traveler untuk mengambilkan foto Anda. Sebaiknya, minta tolong pada:

– Orang tua. Pasti ngga bisa lari kencang. Jadi, kecil kemungkinannya untuk melarikan kamera Anda.

– Pasangan yang membawa serombongan anak kecil. Mereka tidak akan rela Anda menyandra anaknya hanya untuk sebuah kamera.

– Pasanga muda yang istrinya sedang hamil gede. Masa tega kabur sama kamera sambil ninggalin istrinya yang udah pasti ngga bakalan bisa lari.

– Orang yang bawa perlengkapan fotografi seabrek – abrek dan lebih bagus dari yang Anda bawa. Percayalah. Akan sulit membawa kabur kamera anda sambil menenteng – nenteng peralatan fotografi yang harganya bisa bikin tertegun selama berjam – jam.

Jika Anda memiliki tips lain, dipersilahkan untuk berbagi🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s