Berkunjung ke Baitullah (3)


Setelah 9 hari menghabiskan waktu di Medina, kloter 3 Medan meninggalkan Medina menuju Mekkah untuk melaksanakan Umrah. Kami mengambil miqatdi Bir Ali, Medina. Setelah shalat sunat ihram dua rakaat, kami bersama – sama berniat untuk melakukan  Umrah. Selama dalam keadaan ihram, setiap jemaah wajib menjaga segala prilaku dan tingkah laku. Tidak boleh menunjukkan aurat, meskipun kepada sesama perempuan. Menjauhi jid’ah, segala sesuatu yang mendekati zina, tidak membunuh tumbuhan dan binatang dan tidak berbantah – bantahan. Selama berihram, Pak Yusuf senantiasa mengingatkan jemaah untuk terus bertalbiah, beristighfar, memuji Allah serta merendahkan diri kepada Allah.

Kami tiba di Mekkah, ketika waktu Ashar telah tiba. Setelah pembagian kamar (aku berpisah kamar dengan bu Dalina dan kawan – kawan), aku beristirahat sejenak sebelum melaksanakan ibadah Umrah. Agar tidak terlalu panas, Pak Yusuf memilih waktu ba’da Isya untuk melakukan Umrah.

Setelah sholat Isya, kami berkumpul di depan hotel, berjalan menuju Masjidil Haram. Sepanjang jalan, Talbiah mengucapkan “Labbaik Allahumma Labbaik” terus berkumandang dan bersahut – sahutan. Jarak hotel menuju Masjidil Haram berkisar tiga kilo meter. Namun, karena saat itu aku ‘excited’ sekali, jarak tiga km itu terasa singkat.

Suara Talbiah terdengar semakin keras begitu kami memasuki pelataran Masjidil Haram. Sebelum memasuki Mesjid, kami mengambil wudhu, memastikan semua jemaah dalam keadaan suci. Setelah semua jemaah rombongan Arafah siap, Pak Yusuf memberikan komando untuk mengikuti beliau ketika memasuki mesjid. Biasanya, ketika memasuki bangunan, aku selalu terfokus akan keindahan arsitekturnya. Namun, saat itu, fikiranku hanya terfokus pada satu hal. Aku ingin melihat Ka’bah.

IMG_0572Ka’bah di tengah Masjidil Haram

Labbaik Allahumma Labbaik. Tak terhitung suara – suara yang memuji keagungan Allah. Dari kejauhan aku melihat bangunan segi empat berlapiskan kain hitam. Jantungku mulai memburu. Ya Allah, aku datang memenuhi panggilanmu. Rasanya tak tahan menahan haru ketika melihat Ka’bah. Subhanallah. Alhamdulillah. Allahuakbar. Laailaahailallah. Aku mengikuti rombongan, berniat Tawaf dan berjalan mengelilingi Ka’bah.

Tujuh kali mengelilingi Ka’bah. Di satu sudut, dimana Hajar Aswad berada, aku melambaikan tangan kanan. Ingin sekali rasanya menyentuh batu suci itu. Namun, orang yang begitu banyak, membuatku mengurungkan niat berdesak – desakan. Usai Tawaf, kami sholat sunat dua rakaat, menghadap Ka’bah searah dengan makam Nabi Ibrahim.

Sa’i. Salah satu Rukun Umrah dan Haji. Setelah Tawaf, kami menuju tempat untuk melakukan Sa’i. Alangkah beruntungnya aku melakukannya pada zaman ini. Tempat Sa’I sudah berupa ruangan, berubin marmer dilengkapi dengan air conditioning. Sa’I ini juga dilakukan sebanyak tujuh putaran. Sa’i ini mengingatkan kita semua ketika Siti Hajar berlari – lari mendaki dan menuruni bukit Safa dan Marwah, mencari air minum untuk Ismail.

IMG_0561Tempat Sa’i. Antara Bukit Safa dan Marwah

Alhamdulillah, Sa’i telah selesai dilakukan. Yang terakhir adaalah memotong sebagian kecil rambut untuk perempuan dan mencukur rambut untuk pria. Kutarik sebagian rambutku dari balik jilbab. Mengguntingnya sedikit dan Alhamdulillah. Aku telah melakukan ibadah Umrah.

bersambung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s