Selamat Datang di Casablanca (Maroko, Part 1)


Seperti yang sudah kurencanakan jauh – jauh hari, liburan kali ini, akhirnya aku memutuskan untuk ke Maroko. Bayangin aja, sudah sejak setahun yang lalu aku merencanakan untuk berkunjung ke negara paling utara di benua Africa. Akhirnya, baru kesampaian sekarang. Senangnya. Lalalalalalalala. Rasanya mau nyanyi terus – terusan. Bahkan, sebelum berangkat, aku sempat nge download lagu Casablanca, yang bisa dinyanyi – nyanyikan di sepanjang jalan nanti.

Menuju Casablanca, aku terbang pake Emirates. Seperti biasa, transit di Dubai, 10 jam boo. Tapi, kali ini Emirates menyediakan hotel. Namanya hotel Copthorn.  Lumayanlah. Dikasi makan malam, plus bisa istirahat di kasur empuk selama beberapa jam dan bisa mandi air hangat sebelum melanjutkan penerbangan.

Jauh juga, jarak dari Dubai ke Casablanca. 7.5 jam perjalanan. Selama perjalanan, aku menghabiskan waktu dengan segala entertainment Emirates yang ada di monitor televisi, yang tersedia di setiap kursi penumpang. Mulai dari nonton serial Friends, nonton film Bidadari Surga (hebat, film Indonesia ada di pesawat Emirates), dengerin musik, hingga main game. Pukul 1 siang, pesawat landing dengan mulusnya di Bandara Mohamed V.

Bandara Mohamed V ngga terlalu besar. Jangan dibandingin sama Dubai, Bandara Soekarno Hatta aja masih lebih besar. Antrian imigrasi cukup panjang dan berlangsung agak lamban. Aku ngantri hampir setengah jam. Akhirnya, tiba juga giliranku. Si petugas imigrasi, dengan tampang Arab Africa, ngebolak balik passport ku. Trus bilang.

Welcome to Morocco, “

Merci,” nah lho. Apa – apaan aku. Dia ngomong pake bahasa Inggris, kenapa aku jawabnya pake Prancis? Semangat banget mau praktek bahasa Prancis di Maroko.

Setelah mengambil bagasi, aku bergegas ke stasiun kereta api, yang juga terletak di Bandara. Menuju Casa Voyageurs, train station di Casablanca, aku perlu membayar 40 Dirham. Lama perjalanannya hanya setengah jam saja. Setelah itu, nyari petite taxi, menuju Hotel Central, Medina, tempatku menginap di Casablanca.

Perlu ditegaskan, di Maroko, kalau naik Petite Taxi, pastikan menggunakan meter.  Dan kalau bisa jalan sedikit dari train station. Kebanyakan taxi di train station ngga mau pake meter.

Hotel Central ini terletak di Medina, kota tua nya Casablanca. Begitupun, letaknya ngga terlalu jauh dari Gerbang. Gerbangnya sendiri terletak di tepi jalan raya. Hanya 100 meter saja. Dari jalan raya juga kelihatan. Pokoknya, gampang nyarinya.

Hotelnya sederhana. Bisa dibilang, hotel ini hotel termurah yang kutemukan di Booking.com. 42 USD per night. Kamarnya standard. Tempat tidur queem size, lemari, televise, ngga ada AC maupun Heater. Syukur, datang ke Casablanca masih akhir Oktober dan cuaca masih adem. Ngga panas dan ngga terlalu dingin. Kamar mandinya juga standar. Pake shower, dilengkapi handuk, shampoo dan sabun seadanya. Di lantai paling atas, bisa ngelihat pelabuhan Casablanca.

Casa Port, Casablanca
Casa Port, Casablanca
Kamarku, Hotel Central, Casablanca
Kamarku, Hotel Central, Casablanca

Di sekitar hotel, banyak café – café dan coffee house. Tapi, aku ngga terlalu nyaman masuk ke dalam. Isinya penuh para pria. Ngga ada ceweknya. Padahal udah pengen ngeteh, ngerasain mint tea nya Maroko yang terkenal. Dari pada ngga nyaman, mendingan ditangguhkan dulu acara ngetehnya.

8 thoughts on “Selamat Datang di Casablanca (Maroko, Part 1)

  1. Rosana Dwi

    ceritanya menarik bangeet. jadi kepingin ke sana :3. Oiya kk punya fb gak? kalo saya boleh tau.

    Kira” ongkos ke sana brp ya kak?
    thanks kak ^^

    1. Hi Dwi. Terima kasih. Ongkos ke sana, kalau dari Indonesia saya kurang tau. Karena kemaren saya berangkat dari Africa. Mkn kalo dari Indonesia, PP sekitar 14 jt. Tergantung season juga..

  2. ade

    Rencana kesana bulan Oktober. Mau tanya guide di fez. Bisa minta contact nya? 250 Dirham (3 jam) harganya sudah pakem yah?

    tertima kasih

    1. Hi Ade. Terima kasih sudah mampir di blog saya. Saya tidak menyimpan nomor kontak guide di Fez. Nanti, kamu minta tolong hotel/hostel tempat kamu menginap saja. Mereka pasti punya pemandu bersertifikat. Itu harga tiga tahun yang lalu. Kurang tau sekarang berapa harganya. Selamat liburan yah

    1. Hi Aristya. Kalo hanya transit dan ngga ganti pesawat selama di Dubai, kamu ngga perlu. Kalo ganti pesawat, dan keluar dari imigration gate, kamu perlu visa. Maroko ngga perlu visa. Hanya passport dan bisa tinggal selama 90 hari..

  3. Ida

    Ass. Nurul, salam kenal..
    merci cerita perjalanan di maroko nya.. aku dan 2 teman insyaallah oktober kesana.
    penginapan – penginapan yang kamu pilih itu apakah dekat dengan sarana transportasi ?
    kami suka foto dan semi backpaker.
    untuk bepergian satu kota dengan yang lainnya, kamu menggunakan transportasi apa?
    guesst house di book dari sini ya?
    tks ya sudah membantu.
    ida

    1. Waalaikum salam Ida. salam kenal juga. Iya, aku pilih penginapan sebelum tiba di Maroko. Jadi ngga heboh nyari – nyari penginapan setelah sampai di sana. Selama di maroko, saya selalu menggunakan transportasi umum, train (karena semua destinasi saya bisa dicapai dengan train) dan taxi. Semoga bisa membantu..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s