VOLUBILIS, Puing Reruntuhan Romawi Kuno (Maroko, Part 6)


Volubilis 1bHari ke dua di Meknes, aku melancong ke Volubilis. Salah satu reruntuhan peninggalan zaman Romawi kuno. Riad Meknes mencarikanku sebuah grand taxi untuk membawaku ke sana. Volubilis berjarak 35 km dari Meknes. Karena itu, aku tak bisa menggunakan Petite Taxi yang hanya bisa beroperasi di dalam kota. Begitu keluar dari pusat kota, aku langsung dihadapkan dengan pemandangan suasana pedesaan. Hamparan padang rumput, dengan pegunungan Rif sebagai latar. Pengembala yang sedang menggembalakan biri – biri, keledai yang tengah menarik kereta dan membawa barang – barang bawaan. Dan masih banyak lagi.

Somewhere, on the way to Volubilis
Somewhere, on the way to Volubilis
Somewhere, on the way to Volubilis
Somewhere, on the way to Volubilis

Udara cerah, dan tak terlalu dingin menggigit. Meskipun begitu, aku sudah bersiap – siap dengan jacket. Siapa tahu, cuaca akan berubah seketika. Saat aku meninggalkan Meknes, cuaca masih dingin sekali. Bahkan aku masih bisa melihat uap saat aku bernafas.

Masuk ke Volubilis tidak mahal. Seperti museum – museum lainnya, hanya bertarif 10 Dirham. Bentuk fasade reruntuhan di Volubilis ini, mirip seperti di Ephesus, Turkey. Hanya saja, jika di Ephesus, setiap reruntuhan, meskipun hanya sebuah pilar, dilengkapi dengan keterangan dalam bahasa Inggris. Di Volubilis, sama sekali tidak ada keterangan yang menjelaskan arti dan fungsi reruntuhan tersebut di masa lampau.

Aku menyewa seorang guide yang memberikan informasi seputar reruntuhan. Dia juga berperan sebagai photographer di saat aku mau berfoto narsis.

Seperti umumnya kota di zaman Romawi, Volubilis sangat maju di zamannya. Terbukti dengan tersedianya toilet public dan drainase. Beberapa fountain yang dijadikan sebagai tempat pemandian bagi kaum elit. Amphitheater,  sebagai tempat berkumpul masyarakat kota untuk menyaksikan pertandingan. Gerbang kota dengan jalanan besar sebagai fasilitas sirkulasi masyarakat kota.

Public Toilet at Volubilis
Public Toilet at Volubilis
Fountain, at Volubilis
Fountain, at Volubilis, pemandian kaum elit di masa itu
Amphitheater, Volubilis
Amphitheater, Volubilis
Sirkulasi jalan yang lebar, Volubilis
Sirkulasi jalan yang lebar, Volubilis

Aku menemukan sebuah reruntuhan besar, yang dipercaya sebagai pusat pertemuan (seperti balai kota) yang digunakan pada masa itu. Tidak ada tanda – tanda mesjid maupun gereja. Pada saat itu, masyarakat masih memiliki kepercayaan terhadap Dewa Dewi. Seperti dewa Zeus, dewi Hera, sang dewi cinta Aphrodite dan si gagah perkasa Hercules. Dari lukisan – lukisan yang terdapat di lantai bangunan, diperkirakan para dewa dan dewi itu juga pernah tinggal di Volubilis.

Sisa reruntuhan balai pertemuan, Volubilis
Sisa reruntuhan balai pertemuan, Volubilis
Sisa reruntuhan balai pertemuan, Volubilis
Sisa reruntuhan balai pertemuan, Volubilis
Sisa reruntuhan balai pertemuan, Volubilis
Sisa reruntuhan balai pertemuan, Volubilis
Sisa reruntuhan balai pertemuan, Volubilis
Sisa reruntuhan balai pertemuan, Volubilis
Gerbang Masuk ke Kota, Volubilis
Gerbang Masuk ke Kota, Volubilis
Pola Lantai yang telah berusia ratusan tahun, Volubilis
Pola Lantai yang telah berusia ratusan tahun, Volubilis

Tak jauh dari Vulubilis, ada sebuah kota kecil. Namanya Moulay Idriss. Aku tak sempat mengexplore kota tersebut, namun sempat mengabadikan beberapa foto untuk memory.

Moulay Idris, Meknes, Morocco
Moulay Idris, Meknes, Morocco
Moulay Idris, Meknes, Morocco
Moulay Idris, Meknes, Morocco

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s