Cinta


Love Gallery of Yves Saint Laurent, Marrakech, Morocco.
Love Gallery of Yves Saint Laurent, Marrakech, Morocco.

Aku jatuh cinta.

Dan dia tak pernah tahu.

 

Awalnya, kulihat dia dingin.

Bak gunung salju di tengah musim dingin.

Seiring berjalannya waktu, sang gunung salju pun mulai mencair.

Berganti musim.

Dari musim dingin, perlahan ke musim semi, hingga ke hangatnya musim panas.
Ahh. Indahnya kala jatuh cinta.

Membuat hati selalu berbunga, dipenuhi bunga – bunga cinta.

Hidup pun semakin mempesona.

 

Tak banyak yang kuharap.

Ucapan selamat pagi saat berpapasan adalah anugrah.

Saat dia menyebut namaku, Ohhh Man, bak lagu cinta.

Atau, ketika masing – masing saling membantu karena tugas, itu hadiah.

 

Ah… Cinta… Cinta…

 

Dan, cinta itu pun pergi.

Pergi, dan tak tahu kapan akan kembali.

Sejenak terfikir, kapan bisa melihat sang cinta kembali?

 

Harapan terkabul. Kumelihatnya lagi.

Sumringah aku melihatnya.

Bahagia, meskipun kutahu mungkin ini terakhir kali ku melihatnya.

Kubiarkan sang cinta pergi.

Dua musim waktu berlalu.

Tanpa pernah melihat sang Cinta.

 

Lupa? Tidak.

Sedih? Tidak juga. Kudengar sang Cinta sudah menemukan Cinta.

Ketika dia bahagia, aku pun bahagia.

Dan aku pun tak berani memikirkan kapan bisa melihat sang cinta kembali.

 

Kejutan.

Ku bertemu lagi dengan sang Cinta.

Kaget? Pasti.

Senang? Bukan kepalang.

Sang Cinta masih sama dengan senyum cemerlang.

 

Ahhhh.. Cinta…. Tak bisa kumiliki..

Tak mengapa… Seuntai senyum cukuplah sudah..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s