Sehari di Delft


Pusat kota Lama Delft, the Netherlands
Pusat kota Lama Delft, the Netherlands

Selain terinspirasi dengan dongeng – dongeng dari majalah Bobo, mengunjungi Delft juga menjadi salah satu tujuan saya mendatangi Belanda. Seorang sahabat lama saya, Aulia, tengah melanjutkan sekolah di sana. Begitu tahu saya mau ke Belanda, Aulia langsung menawarkan flat nya sebagai tempat saya menginap selama di Belanda. Terpaksa saya tolak, karena sebagian besar destinasi saya berada di Amsterdam. Agak repot jika saya harus bolak balik Delft-Amsterdam setiap hari. Belum lagi waktu saya di Belanda juga terbatas.

Dari Amsterdam Centraal, saya naik kereta ke arah Rotterdam atau Den Haag, dan berhenti di stasiun Delft. Biayanya 12 Euro untuk satu kali jalan. Lama perjalanan sekitar satu jam. Stasiun kereta di Delft kelihatan tua. Bahkan kelihatan lebih tua dibandingkan dengan stasiun Amsterdam Centraal. Aulia tiba di stasiun hanya beberapa menit setelah saya turun dari kereta. Senang sekali bisa ketemu sahabat lama. Ini pertemuan pertama kami setelah lima tahun.

Saya yang memang punya niat untuk nyari rumah makan Indonesia selama di Belanda, langsung minta ke Aulia supaya di bawa kesana. Tapi, Aulia menolak dan mengajak saya ke flatnya. Ternyata Aulia sudah masak masakan khusus Indonesia buat saya. Nasi putih plus ayam saus tiram plus sayur tumis cabbage cina dan tempe goreng. OMG, ini pesta. Saya makan lahap sekali.

Delft kota kecil yang menarik. Bahkan sangat turistik. Banyak turis mancanegara yang menyempatkan diri mampir ke kota kecil ini. Flat Aulia dekat dengan centrum (pusat kota lama), sehingga memudahkan untuk mengitari kota dengan berjalan kaki. Di centrum ini terletak Balai Kota dan Gereja Baru atau lebih dikenal sebagai Nieuwe Kerk. Di gereja ini tempat dikebumikan anggota kerajaan yang meninggal, sejak pelopoor kemerdekaan dan kerajaan Belanda, Willem Van Oranye, meninggal. Di centrum juga terdapat banyak cafe – cafe dan bar tempat berkumpul dan menikmati sore. Juga ada toko – toko keju. Belanda terkenal dengan keju nya.

Delft, the Netherlands
Delft, the Netherlands
Balai Kota Delft, the Netherlands
Balai Kota Delft, the Netherlands
Toko keju di Delft, the Netherlands
Toko keju di Delft, the Netherlands
Gereja Baru atau Nieuwe Kerk, Delft, the Netherlands
Gereja Baru atau Nieuwe Kerk, Delft, the Netherlands

Tak jauh dari gereja baru, ada gereja lain yang disebut gereja lama (Oude kerk). Bentuknya yang miring membuat arsitektur gereja ini menjadi unik.

Gereja Lama (Oude Kerk), Delft, the Netherlands
Gereja Lama (Oude Kerk), Delft, the Netherlands

Di Delft juga banyak kanal – kanal. Jika musim dingin, kanal – kanal ini akan dipenuhi salju dan orang – orang akan bermain ice skating di atasnya. Karena saya begitu penasaran dengan kincir angin, Aulia membawa saya ke satu tempat dimana masih ada kincir angin berdiri dengan kokoh. Ya, Belanda memang terkenal sebagai negara kincir angin. Namun, saat ini sulit sekali menemukan kincir angin. Kincir angin ini adalah kincir angin satu – satunya yang masih tersisa di Delft.

Delft dan kanalnya, Delft, the Netherlands
Delft dan kanalnya, Delft, the Netherlands
Delft dan kanalnya, Delft, the Netherlands
Delft dan kanalnya, Delft, the Netherlands
Kincir Angin di Delft, the Netherlands
Kincir Angin di Delft, the Netherlands
Saya menemukan kincir angin ini saat kembali ke Amsterdam
Saya menemukan kincir angin ini saat kembali ke Amsterdam

Delft juga terkenal sebagai hometown si pelukis terkenal asal Belanda, Johannes Vermeer. Saya berharap bisa menemukan lukisannya yang berjudul ‘the Girl with the Pearl Earings” di satu gallery Vermeer di Delft. Namun, gallery itu hanya menjual souvenir dengan tema lukisan – lukisan Vermeer. Setelah itu, saya baru tahu kalau lukisan yang mau saya lihat itu ada di dalam sebuah museum di Den Haag.

Saya dan the Girl with the Pearl Earings. Lukisan aslinya ada di museum Den Haag, Delft, the Netherlands
Saya dan the Girl with the Pearl Earings. Lukisan aslinya ada di museum Den Haag, Delft, the Netherlands
Suatu Sore di Delft, the Netherlands.
Suatu Sore di Delft, the Netherlands.

Delft juga terkenal dengan Royal Delft Blue Factory nya. Keramik – keramik biru buatan tangan yang terkenal dari Belanda. Pasti bisa membayangkan. Biasanya keramik – keramik ini dijadikan oleh – oleh dari Belanda

Liburan sambil bertemu sahabat lama adalah kombinasi sempurna. Seharian, saya dan Aulia tak henti – hentinya mengobrol. Maklum, kami tak bertemu selama lima tahun. Banyak sekali yang terjadi selama lima tahun, dan banyak sekali kenangan yang ingin dikenang dan diceritakan kembali. Mengakhiri hari, kami menghabiskan sore di sebuah cafe bernama Eetcafe de Ruif terletak di pinggir sebuah kanal, sambil menyaksikan bebek – bebek berenang riang.

Aku di Eet cafe de Ruif, Delft, the Netherlands
Aku di Eet cafe de Ruif, Delft, the Netherlands
Bersama Aulia di Eetcafe de Ruif, Delft, the Netherlands
Bersama Aulia di Eetcafe de Ruif, Delft, the Netherlands

Datang ke cafe di pinggir kanal ini, permintaan khusus dari saya. Saya mau mengenang, masa ketika saya, Aulia dan sahabat – sahabat saya yang lain (sayang mereka tidak disini), selalu menghabiskan malam di sebuah warung kopi, di pinggir sungai di Banda Aceh. Ketika itu kami selalu sibuk membicarakan mimpi – mimpi kami. Alhamdulillah, sebagian mimpi bukan lagi mimpi. Salah satunya, bertemu kembali di Belanda ini.

2 thoughts on “Sehari di Delft

    1. Iya, Indah.. Delft ternyata bagus banget. Kotanya kecil, gampang kemana – mana. Trus homey dan cozzy… Banyak bebek-bebek berenang di kanal. Ingin kembali lagi… Semoga…🙂
      Trims sudah berkunjung ya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s