Bertemu Si Cantik Eiffel


Saya ingat, ketika sahabat saya Vicky, berkata, “Jangan pergi ke Paris sendirian. Kau akan merasa kesepian dikelilingi turis – turis dengan pasangannya”.

Hal ini membuat saya ingin melewatkan Paris dan melanjutkan perjalanan langsung ke Jerman. Namun, tetap saja. Paris itu begitu menggoda di mata saya. Dengan menara Eiffelnya, dengan istana nya, dengan galeri – geleri nya. Terlalu berharga untuk dilewatkan. Selain itu, Coralie, sahabat Perancis saya juga tengah berada di Paris. Ini satu kesempatan untuk bertemu dengannya, setelah hampir dua tahun tak bertemu. Begitu mendengar saya akan ke Eropa, Coralie langsung menghubungi saya, dan berkata “You must come to Paris to see me and stay at my house”

Karena itu, akhirnya saya membeli tiket kereta api cepat Amsterdam – Paris. Saya cukup beruntung, mendapatkan harga murah, 50 Euro, untuk sekali jalan di gerbong kelas I. Namun, saya harus berangkat pagi sekali dengan harga murah ini. Pukul 6 pagi, saya sudah siap di stasiun Amsterdam Central. Saya membeli tiket secara online. Semakin jauh dari hari perjalanan, maka semakin murah harganya. Untuk membeli tiket online, bisa di sini.

Perjalanan dari Amsterdam menuju Paris, memakan waktu selama tiga jam tiga puluh menit. Sebagian besar waktu saya gunakan untuk tidur. Lagipula, pemadangannya tidak terlalu menarik, menurut saya. Hanya berupa tembok dan gedung – gedung tinggi. Saya mengharapkan pemandangan pedesaan. Saya hanya terbangun saat kereta berhenti di Rotterdam dan Brussels.

Saya tiba di stasiun Paris du Nord saat waktu menunjukkan pukul 10.30 pagi. Saya masih harus ke kantor Coralie untuk mengambil kunci flat nya. Coralie sedang sibuk sekali sehingga tidak bisa menjemput . Saya pun tak mau merepotkannya karena sehari sebelumnya dia baru saja tiba dari Den Haag. Syukurnya, di Perancis sistem transportasinya sudah sangat modern dan teratur. Bahkan ada website khusus jika kita ingin mencari suatu alamat. Tinggal memasukkan alamat asal dan tujuan, maka keterangan pun akan segera muncul. Lengkap dengan peta dan nomor metro/tram/train/bus yang mengantarkan kita sampai tujuan. Websitenya bisa dilihat di sini.

Jalanan di Kota Paris, Perancis
Jalanan di Kota Paris, Perancis

Alhamdulillah, saya tidak mendapatkan kesulitan ketika mencari kantor Coralie. Ada saja orang – orang yang datang membantu ketika saya tengah bingung. Coralie memberikan skets alamat rumahnya, lengkap dengan nomor metro dan kode kunci rumahnya. Flat Coralie berdekatan dengan toko – toko dan restoran. Bahkan banyak restoran halal di sekitarnya, memudahan saya untuk mencari makanan halal.

Usai istirahat, saya berangkat untuk melihat menara Eiffel. Untuk transportasi, saya membeli karcis terusan untuk 3 hari (visitor pass) seharga kurang lebih 24 Euro. Dengan karcis ini, saya bebas turun naik metro, tram dan bus selama tiga hari. Stasiun metro di Paris terlihat kuno. Tangganya pun masih terbuat dari tangga biasa, bukan escalator. Di dalam stasiun, banyak lorong berkelok – kelok. Terkadang di beberapa tempat, tercium bau pesing menyengat.

Paris tak sesempurna yang terlihat di televisi . Semua penjelasan ditulis dalam bahasa Perancis. Saya bersyukur, bahasa Perancis saya yang pas – pasan sangat membantu selama di sana. Di sepanjang lorong – lorong ini banyak pengamen memainkan akordion. Baik peroranga maupun grup. Saya diingatkan oleh Coralie agar berhati – hati selama di Paris. Selain terkenal dengan keindahan kotanya, Paris juga terkenal dengan copetnya.

Tidak sulit menemukan Eiffel, hanya satu kali menggunakan Metro dari flat Coralie. Begitu keluar dari stasiun, banyak penunjuk arah menunjukkan arah si menara cantik ini. Hanya beberapa langkah, saya bisa melihat Eiffel menjulang tinggi. OMG, saya ada di Paris. Akhirnya saya bisa menyaksikan karya sang maestro Gustave Eiffel dengan mata kepala saya sendiri. Saya hanya berjalan – jalan di sekitar taman, sama sekali tidak bermaksud untuk naik ke puncak Eiffel. In my humble opinion, pemandangan seluruh Paris tidak akan spesial jika sang landmark tidak ada di sana.

Saya bersama Eiffel, Paris, Perancis
Saya bersama Eiffel, Paris, Perancis
Eiffel di malam hari, Paris, Perancis
Eiffel di malam hari, Paris, Perancis

Selanjutnya, saya melanjutkan perjalanan untuk melihat Arc de Triomphe. Jaraknya pun sudah dekat dari Eiffel. Hanya satu kali metro saja. Di sana, saya meihat banyak orang – orang Indonesia. Yang berjalan – jalan bersama keluarga, maupun dengan agen perjalanan.

Arc de Triomphe, Paris, Perancis
Arc de Triomphe, Paris, Perancis
Skulptur di Arc de Triomphe, Paris, Perancis
Skulptur di Arc de Triomphe, Paris, Perancis
Paris, Perancis
Paris, Perancis
Paris, Perancis
Paris, Perancis

Ketika hari mulai gelap, saya kembali pulang karena dalam satu jam kemudian, Coralie akan tiba di rumah dan kami akan malam bersama.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s