Antrian Panjang di Château de Versailles


Painting of Chateau de Versailles, FranceHari itu hari Selasa, bertepatan dengan hari di mana hampir semua museum di Paris tutup untuk perawatan. Kecuali istana Versailles. Maka, hari itu saya bulatkan tekad untuk melihat keindahan istana Maria Antoinette itu. Versailles terletak di luar kota Paris. Tempat itu sudah tidak dapat dicapai dengan metro. Begitupun, ada salah satu bus mempunyai tujuan langsung ke istana Versailles. Ongkosnya hanya 2 Euro untuk sekali jalan.

Begitu turun dari bus, saya sudah bisa melihat antrian untuk memasuki istana. Ternyata ada dua jalur antrian. Yang satu untuk membeli tiket, sementara yang satunya lagi untuk masuk ke istana. Oh, ternyata bukan saya saja yang menganggap hari ini adalah hari yang tepat untuk berkunjung ke istana. Karena hampir semua museum di Paris tutup, maka bisa dikatakan turis tumpah ruah ke istana ini.

Statue of King Louis XV, in front of Chateau de Versailles
Statue of King Louis XV, in front of Chateau de Versailles

Chateau de Versailles, France

Saya menyesal tidak mengikuti saraan Coralie untuk membeli tiket in advance. Antriannya benar – benar luar biasa. Untuk membeli tiket, saya mengantri selama satu jam. Sementara untuk masuk ke istana, Oh Tuhan. Antrian serasa tidak pernah berakhir. Jalur antrian bukan merupakan garis lurus lagi. Tapi sudah berkelok – kelok seperti ular naga. Hampir tiga jam saya menunggu untuk bisa masuk ke dalam istana.

Chateau de Versailles
Chateau de Versailles

Di dalam, pengunjung luar biasa banyak. Berbagai macam bangsa. Turis solo, keluarga, rombongan turis dengan agen perjalanan, rombongan anak sekolah. Pokoknya rame sekali. Saya hampir kehabisan tenaga begitu memasuki istana. Syukur, saya langsung disuguhkan dengan pemandangan interior istana yang sangat mewah dan indah. Langit – langit dipenuhi lukisan indah. Dinding juga dipenuhi lukisan dengan pigura – pigura cantik. Lukisan Raja Louis XV, Raja Louis XVI, Maria Antoinette, Lukisan istana secara keseluruhan dan masih banyak lagi.

Saya berjalan mengikuti arus pengunjung yang sedang berjalan. Saya melihat hanya ada satu jalur. Jika sudah masuk, tidak bisa kembali lagi hingga kembali ke jalur masuk utama. Ada juga ruang Hercules. Ruangan ini digunakan sebagai kapel.

Yang paling menarik adalah Hall of Mirrors atau ruang kaca. Langit – langitnya dipenuhi lukisan. Sementara lampu – lampu kristal bergelantungan di langit – langit. Ruangan indah sekali. Saya membayangkan saat itu usaha para pekerja untuk membangun istana yang secantik itu. Tentunya perlu kerja keras, ketekunan dan kesabaran penuh.

Aku di Hall of Mirrors, Chateau de Versailles, France
Aku di Hall of Mirrors, Chateau de Versailles, France

Sebenarnya saya masih ingin berkeliling untuk melihat taman, yang konon terkenal dengan keindahan air mancurnya. Namun, kaki ini rasanya sudah mau putus karena kelamaan berdiri. Telapak kaki saya mulai terasa panas. Saya hanya melihat taman dari balik jendela sebelum memutuskan pulang.

Usai istirahat dan makan siang (saya makan siang pukul 4  sore), saya melanjutkan pesiar ke Montmartre. Tempat ini terkenal dengan pelukis – pelukis jalanan terkenal. Namun, saat ini tempat ini begitu terkenal, sehingga lukisan – lukisan yang dijual menjadi mahal. Ketika saya tiba, waktu sudah menunjukkan pukul 6 sore. Langit masih terang benderang, namun toko – toko sudah mulai tutup. Tujuan saya adalah ke Sacre Coeur. Sebuah katedral yang terletak di atas bukit Montmartre.

Sacre Coeur juga dipenuhi turis, baik asing maupun lokal. Banyak juga orang kulit hitam yang menawarkan souvenir. Terkadang mereka agak memaksa. Bersikap tegaslah jika tidak ingin membeli apapun, dan jangan melihat – lihat. Sacre Coeur tempat yang menyenangkan untuk menghabiskan sore. Di atas puncak, saya bisa melihat kota Paris. Jika langit terang, saya mendengar menara Eiffel juga bisa terlihat. Rasanya menyenangkan duduk – duduk di rumput sambil melihat mentari mulai padam.

Saat langit mulai gelap, saya beranjak turun dan menyusuri jalanan kota Paris. Tak jauh dari sini, terletak gedung opera Mouline Rouge yang terkenal itu. Di sepanjang jalan dari Montmartre menuju Mouline Rouge, banyak sekali toko – toko khusus orang dewasa. Jika membawa anak kecil, sebaiknya tidak melewati jalan ini.

Moulin Rouge, Paris, France
Moulin Rouge, Paris, France
I'm at Moulin Rouge
I’m at Moulin Rouge

9 thoughts on “Antrian Panjang di Château de Versailles

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s