Istiklal Caddesi, Jalan Yang Tak Pernah Tidur


Siapa tak kenal Istiklal Caddesi. Jika Anda pernah berkunjung ke Istanbul, paling tidak pernah mendengar nama jalan ini. Berlokasi di kawasan historikal Beyoglu (Pera), Istiklal Caddesi adalah salah satu jalan yang paling terkenal di Istanbul. Bisa dikatakan, jalan ini tak pernah tidur. Jalan yang selalu ramai oleh pengunjung lokal maupun internasional, tua maupun muda untuk berbelanja, makan, melihat – lihat atau sekedar lewat saja. Tak banyak mobil yang lalu lalang di jalan ini. Tampaknya jalan Istiklal ini memang diperuntukkan bagi pejalan kaki dengan panjang jalan sekitar 1,4 km. Di jalan ini pula, Nostalgic Tram masih beroperasi, membawa pengunjung dari Taksim Square hingga ujung jalan Istiqlal yang bersimpangan dengan jalan menuju Menara Galata. Jadi, tak perlu khawatir jika tak mau lelah berjalan.

Taksim Square
Taksim Square
Pedagang kacang kastanya
Pedagang kacang kastanya
Istiklal Caddesi di malam hari
Istiklal Caddesi di malam hari
Tram Nostalgia yang masih beroperasi di jalan Istiklal
Tram Nostalgia yang masih beroperasi di jalan Istiklal
Istiklal Caddesi pada malam hari
Istiklal Caddesi pada malam hari

Di sepanjang jalan, terdapat toko – toko dengan bangunan bergaya arsitektur Neo Classical, Neo Gothic, Art Neuvou  dan New Reinassance yang menawarkan pakaian, sepatu, kosmetik, telepon genggam, aksesoris, jajanan, kue – kue, buku hingga bumbu dapur. Bukan hanya toko – toko cantik yang berdiri di sana. Pedagang jajanan keliling pun turut meramaikan suasana. Menawarkan jagung bakar, kacang kastanya, dan simit, roti tradisional Turki yang berbentuk lingkaran dengan lobang di tengahnya. Simit ini mirip donat, namun lebih keras, lebih lebar dan lebih langsing ketimbang donat.

Butik - butik dengan bangunan berasitektur dengan gaya Neo Classical, Neo Gothic, Art Neuvou  dan New Reinassance
Butik – butik dengan bangunan berasitektur dengan gaya Neo Classical, Neo Gothic, Art Neuvou dan New Reinassance

Bangunan di Istiklal

Butik - butik dengan bangunan berasitektur dengan gaya Neo Classical, Neo Gothic, Art Neuvou  dan New Reinassance
Butik – butik dengan bangunan berasitektur dengan gaya Neo Classical, Neo Gothic, Art Neuvou dan New Reinassance
Toko yang menawarkan souvenir khas Turki
Toko yang menawarkan souvenir khas Turki
Pedangang Simit, roti bulat dengan lobang di tengahnya. Khas Turki
Pedangang Simit, roti bulat dengan lobang di tengahnya. Khas Turki

Jika ingin merasakan makanan khas Turki, jangan khawatir. Terdapat banyak sekali restoran di Istiklal Caddesi, dengan berbagai menu pilihan. Kebab Iskender, Kofte, Donner, Sup Lentil, Puding beras dan masih banyak lagi. Ada di sana. Mau makanan ala Barat atau cepat saji? Ada Burger King. Atau sekedar ingin mencicipi es krim nya yang enak di tengah musim panas, bisa juga. Di kanan kiri jalan, terdapat gang – gang kecil yang dipenuhi bar maupun coffee house. Istiklal punya itu semua.

Salah satu cafe dan restaurant di Istiklal
Salah satu cafe dan restaurant di Istiklal

Setiap kedatanganku ke Istanbul pada kunjungan sebelumnya, aku selalu menyempatkan diri untuk melewati jalan ini. Tidak ada tujuan khusus untuk membeli sesuatu atau makan di restoran tertentu. Aku hanya suka berjalan, mengikuti alur keramaian, berawal dari Taksim Square hingga menara Galata. Beberapa tembok di sepanjang jalan dipenuhi oleh poster jalanan yang menarik untuk dipotret. Jika ada pakaian ataupun sepatu yang menarik perhatian terpampang di etalase, aku akan berhenti sejenak untuk mengamati, seperti aku mengamati lukisan di museum – museum. I’m not a shopping person. So, sangat jarang terjadi ketika aku melihat – lihat barang bagus di etalase dan langsung memutuskan untuk membeli.

Salah satu seni jalanan di Istiklal Caddesi
Salah satu seni jalanan di Istiklal Caddesi

Masih di Istiklal, sebuah gereja Katolik, Gereja St. Anthony of Padua berdiri dengan arsitektur memukau. Tak jauh dari gereja, ada sebuah toko buku antik yang menjual buku – buku kuno. Bahkan mereka juga menjual pena bulu, mengingatkanku akan pena-pena bulu yang dijual di Diagon Alley di dunia Harry Potter. Ada pula buku harian dengan design kuno yang sangat menarik perhatianku. Sebuah buku bersampul kulit dengan lambang pakaian kerajaan Ottoman di depannya. Well, I’m not a shopping person. But for this beautiful book? Finally I bought one for myself.

Toko buku antik di Istiklal Caddesi
Toko buku antik di Istiklal Caddesi

Di akhir pekan, Istiklal yang memang selalu ramai akan semakin bertambah keramaiannya. Musisi – musisi jalanan akan berdatangan, mencoba menarik perhatian dari pengunjung dan pejalan kaki di sepanjang Istiklal. Aku suka memperhatikan mereka, sambil menghirup kopi panas dari salah satu warung kopi yang banyak bertebar, mengunyah Simit sambil mendengarkan mereka memainkan alat musik dan bernyanyi. Jika ada uang sedikit berlebih, tak ada salahnya meletakkan 1 atau 2 Lira ke kotak yang mereka sediakan. Macam – macam lagu dan alat musik yang dimainkan. Ada yang memainkan musik klasik, ada yang meniup flute, bahkan ada grup yang memainkan alat musik sekaligus beryanyi dan menari. Beragam musik  dimainkan, dan beragam bahasa yang terlantun dari bibir sang musisi. Mulai dari bahasa Turki, Inggris, Arab hingga Persia.

Hiburan gratis di malam hari, di jalan Istiklal.
Hiburan gratis di malam hari, di jalan Istiklal.
Salah satu musisi jalanan di Istiklal Caddesi
Salah satu musisi jalanan di Istiklal Caddesi

Aku tak tahu kebanyakan lagu yang mereka nyanyikan. Namun, mendengar nada – nada yang dilantunkan, aku merasakan diriku terhanyut, terbawa suasana Istiklal yang hingar bingar.

 

One thought on “Istiklal Caddesi, Jalan Yang Tak Pernah Tidur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s